Peran Guru Dan Orangtua Dalam Pemberian Informasi Kesehatan Reproduksi Tentang Keputihan Bagi Remaja Putri Disabilitas Tunarungu Di SLBN 1 Kota Bukitinggi Tahun 2024.

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Ananda, Dea
Advisor:
Silvia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
kesehatan reproduksi, tunarunggu , guru dan orangtua
DOI:
-
Abstract :
Kesehatan Reproduksi merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial
secara utuh, yang tidak semata-mata bebas dari penyaki tatau dalam semua hal
yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta fungsi dan prosesnya. Menurut
WHO masalah kesehatan reproduksi perempuan yang buruk telah mencapai 33%
.Remaja tunarungu sering kali merupakan kelompok yang terpinggirkan dan
kurang mendapat perhatian termasuk masalah kesehatan reproduksi. Guru
memiliki peran penting karena mereka menghabiskan sebagian waktunya
disekolah. Siswa tunarungu harus diberikan pengetahuan kesehatan reproduksi
yang benar dan tepat agar mereka terhindar dari dampak buruk akibat kurangnya
pengetahuan terkait kesehatan reproduksi. Peran orang tua memiliki pengharuh
besar terhadap remaja putri untuk menanamkan pemahaman proses reproduksi
dan cara merawat organ reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi
peran guru dan orangtua dalam kesehatan reproduksi pada remaja
tunarunggu.penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengna metode
fenomenologi deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam,
observasi, dan dokumentasi terhadap 10 partisipan yang dipilih menggunakan
teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dan
orangtua tentang kesehatan reproduksi pada remaja putri tunarunggu ialah,
kurangnya kurikulum dan pembelajaran kesehatan reproduksi disekolah
mengakibatkan terhambatnnya guru dalam pemberian informasi. Kurangnya
pendekatan dan pemberian informasi tentang kesehatan reproduksi dari orangtua
terhadap anaknya.Diharapkan kepada guru lebih pendekatan yang kreatif dan
menggunakan berbagai alat bantu untuk memberikan informasi kepada para siswi
walaupun terhambat dalam ketidakkesediaan kurikulum dan orangtua dapat
mendekatkan lagi kepada sang anak untuk memberikan eduksi, informasi
kesehatan reproduksi.
Download From Google Drive