Efektivitas Media Booklet Terhadap Peningkatan Perilaku Ibu Balita Dalam Pencegahan Stunting Di Nagari Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Kurniata, Anita
Advisor:
Firdi, Febriniwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Efektifitas Media Booklet Dalam Pencegahan Stunting
DOI:
-
Abstract :
Berdasarkan data Survei Status Gizi Nasional (SSGI) tahun 2022, prevalensi
stunting di Indonesia di angka 21,6%. Angka tersebut masih tinggi, mengingat target
prevalensi stunting di tahun 2024 sebesar 14 % dan standar WHO di bawah 20 %.
Menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2021 prevalensi angka
stunting di provinsi Sumatera Barat berada pada angka 23,3%. Sedangkan pada tahun
2022 meningkat di angka 25,5 %. Angka kejadian Stunting di Kabupaten Lima Puluh
Kota mengalami peningkatan dari tahun 2022 dengan tahun 2023 sebesar 8.64% menjadi
8,72%.Puskesmas Halaban merupakan salah satu Puskesmas di Kabupaten Lima Puluh
Kota yang juga mengalami peningkatan kasus stunting. Dari tahun 2022 ke tahun 2023
angka kejadian Stunting di Puskesmas Halaban mengalami peningkatan dari 5.9%
menjadi 8.5% (Dinkes Kabupaten Lima Puluh Kota, 2023).
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif ( quasi experiment
design), dengan pendekatan one group pretest-posttest design (tes awal dan tes akhir).
Penelitian ini dilakukan di Nagari Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat
pada bulan September tahun 2024. Populasi pada penelitian ini adalah Ibu yang
memiliki Balita dengan resiko stunting di Nagari Halaban Kecamatan Lareh Sago
Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota sebanyak 32 orang dengan teknik pengambilan
sampel yaitu total sampling. Hasil penelitian kemudian di analisis menggunakan
analisis univariate menggunakan SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan adanya efektivitas yang signifikan sebelum
dan sesudah pemberian media booklet terhadap perilaku ibu balita dalam
pencegahan stunting di nagari Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pentingnya pengetahuan dan sikap
ibu dalam melakukan pencegahan stunting pada anak balita. Disarankan kepada
petugas kesehatan untuk dapat membantu memberikan pengetahuan dan informasi
pada ibu balita agar dapat mengurangi terjadinya stunting pada anak.
stunting di Indonesia di angka 21,6%. Angka tersebut masih tinggi, mengingat target
prevalensi stunting di tahun 2024 sebesar 14 % dan standar WHO di bawah 20 %.
Menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2021 prevalensi angka
stunting di provinsi Sumatera Barat berada pada angka 23,3%. Sedangkan pada tahun
2022 meningkat di angka 25,5 %. Angka kejadian Stunting di Kabupaten Lima Puluh
Kota mengalami peningkatan dari tahun 2022 dengan tahun 2023 sebesar 8.64% menjadi
8,72%.Puskesmas Halaban merupakan salah satu Puskesmas di Kabupaten Lima Puluh
Kota yang juga mengalami peningkatan kasus stunting. Dari tahun 2022 ke tahun 2023
angka kejadian Stunting di Puskesmas Halaban mengalami peningkatan dari 5.9%
menjadi 8.5% (Dinkes Kabupaten Lima Puluh Kota, 2023).
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif ( quasi experiment
design), dengan pendekatan one group pretest-posttest design (tes awal dan tes akhir).
Penelitian ini dilakukan di Nagari Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat
pada bulan September tahun 2024. Populasi pada penelitian ini adalah Ibu yang
memiliki Balita dengan resiko stunting di Nagari Halaban Kecamatan Lareh Sago
Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota sebanyak 32 orang dengan teknik pengambilan
sampel yaitu total sampling. Hasil penelitian kemudian di analisis menggunakan
analisis univariate menggunakan SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan adanya efektivitas yang signifikan sebelum
dan sesudah pemberian media booklet terhadap perilaku ibu balita dalam
pencegahan stunting di nagari Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pentingnya pengetahuan dan sikap
ibu dalam melakukan pencegahan stunting pada anak balita. Disarankan kepada
petugas kesehatan untuk dapat membantu memberikan pengetahuan dan informasi
pada ibu balita agar dapat mengurangi terjadinya stunting pada anak.