Hubungan Durasi dan Frekuensi Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Sosial Anak Pra Sekolah Di TK Tunas Harapan Wilayah Kerja Puskesmas Piladang Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Lestari, Elnifa Esti
Advisor:
Medhyna, Vedjia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
durasi,frekuensi penggunaan gadget, perkembangan sosial
DOI:
-
Abstract :
Perkembangan sosial pada anak usia prasekolah merupakan aspek penting dalam
tumbuh kembang anak, yang mencakup kemampuan berinteraksi, berkomunikasi,
dan bekerja sama dengan lingkungan sekitarnya. Penggunaan gadget, yang semakin
meningkat di kalangan anak-anak, dapat membawa pengaruh positif maupun
negatif terhadap perkembangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
hubungan antara durasi dan frekuensi penggunaan gadget terhadap perkembangan
sosial anak prasekolah di TK Tunas Harapan wilayah kerja Puskesmas
Piladang.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan desain cross-
sectional. Sampel penelitian terdiri atas 57 anak prasekolah, yang menggunakan
metode Total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur
durasi dan frekuensi penggunaan gadget, serta menggunakan instrumen penilaian
perkembangan sosial anak. Analisis data dilakukan dengan uji statistik ].Penelitian
dilakukan pada Oktober November 2024 Di TK Tunas Harapan wilayah kerja
Puskesmas Piladang. Data Diolah secara komputerisasi , dianalisis secara univariat
dan Bivariat dengan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
lebih dari separuh 33 orang ( 57.9 %) memiliki Durasi penggunaan Gadget pada
Kategori Lama, 39 anak memiliki Frekuensi Penggunaan Gadget pada kategori
Sering, dan 35 anak (61,4 %) memiliki perkembangan sosial yang kurang baik,
Hasil uji statistic Chi-square yaitu terdapat hubungan signifikan antara durasi dan
frekuensi penggunaan gadget dengan perkembangan sosial anak (p < 0,05). Temuan
ini mengindikasikan bahwa penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat
mempengaruhi kemampuan anak dalam berinteraksi sosial.Penelitian ini
menyimpulkan bahwa durasi dan frekuensi penggunaan gadget memiliki hubungan
yang signifikan terhadap perkembangan sosial anak prasekolah .Oleh karena itu,
disarankan kepada orang tua dan guru untuk membatasi penggunaan gadget pada
anak dan lebih mendorong aktivitas yang mendukung interaksi sosial mereka.
tumbuh kembang anak, yang mencakup kemampuan berinteraksi, berkomunikasi,
dan bekerja sama dengan lingkungan sekitarnya. Penggunaan gadget, yang semakin
meningkat di kalangan anak-anak, dapat membawa pengaruh positif maupun
negatif terhadap perkembangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
hubungan antara durasi dan frekuensi penggunaan gadget terhadap perkembangan
sosial anak prasekolah di TK Tunas Harapan wilayah kerja Puskesmas
Piladang.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan desain cross-
sectional. Sampel penelitian terdiri atas 57 anak prasekolah, yang menggunakan
metode Total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur
durasi dan frekuensi penggunaan gadget, serta menggunakan instrumen penilaian
perkembangan sosial anak. Analisis data dilakukan dengan uji statistik ].Penelitian
dilakukan pada Oktober November 2024 Di TK Tunas Harapan wilayah kerja
Puskesmas Piladang. Data Diolah secara komputerisasi , dianalisis secara univariat
dan Bivariat dengan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
lebih dari separuh 33 orang ( 57.9 %) memiliki Durasi penggunaan Gadget pada
Kategori Lama, 39 anak memiliki Frekuensi Penggunaan Gadget pada kategori
Sering, dan 35 anak (61,4 %) memiliki perkembangan sosial yang kurang baik,
Hasil uji statistic Chi-square yaitu terdapat hubungan signifikan antara durasi dan
frekuensi penggunaan gadget dengan perkembangan sosial anak (p < 0,05). Temuan
ini mengindikasikan bahwa penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat
mempengaruhi kemampuan anak dalam berinteraksi sosial.Penelitian ini
menyimpulkan bahwa durasi dan frekuensi penggunaan gadget memiliki hubungan
yang signifikan terhadap perkembangan sosial anak prasekolah .Oleh karena itu,
disarankan kepada orang tua dan guru untuk membatasi penggunaan gadget pada
anak dan lebih mendorong aktivitas yang mendukung interaksi sosial mereka.