Hubungan Faktor Resiko Ibu Preeklampsia Berat, Berat bayi lahir rendah Dan Asfiksia Dengan Kejadian Ikterus Neonatorum di RS Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Fatma, Adi
Advisor:
Indreswati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Ikterus Neonatorum, preeklampsia berat, Berat bayi lahir rendah , asfiksia
DOI:
-
Abstract :
Pada saat ini masalah ikterus neonatorum pada bayi baru lahir masih
tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat pada tahun
2022 menunjukkan bahwa sekitar 16% dari bayi baru lahir mengalami ikterus
neonatorum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor resiko ibu
preeklampsia berat, Berat bayi lahir rendah dan asfiksia dengan kejadian ikterus
Neonatorum di RS Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2024. Jenis penelitian yang
dilakukan adalah penelitian retrospektif dengan pendekatan case control.
Penelitian telah dilakukan di RS Adnaan WD Kota Payakumbuh pada bulan
Agustus Desember tahun 2024. Populasi penelitian ini adalah data bayi baru
lahir sebanyak 630 yang diambil dalam 3 tahun terakhir (2022 2024) dengan
jumlah sampel bayi baru lahir tersebut 123 dengan ikterus neonatotum dan 123
tidak ikterus neonatorum. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random
sampling. Hasil penelitian di analisis menggunakan analisis univariate dan
bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian terdapat separoh 123 orang
(50,0%) mengalami ikterus neonatorum, 57 orang (23,2%) mengalami
preeklampsia berat, 68 orang (27,6%) Berat bayi lahir rendah dan 107 orang
(43,5%) asfiksia. Hasil uji statistitik terdapat hubungan preeklampsia berat (p =
0,003), Berat bayi lahir rendah (p = 0,015) dan asfiksia (p = 0,001) dengan
kejadian ikterus neonatorum. Kesimpulan terdapat hubungan preeklampsia berat,
Berat bayi lahir rendah dan asfiksia dengan kejadian ikterus neonatorum.
Disarankan kepada petugas kesehatan untuk dapat membantu mengurangi faktor
resiko terjadinya ikterus Neonatorum pada bayi baru lahir.
tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat pada tahun
2022 menunjukkan bahwa sekitar 16% dari bayi baru lahir mengalami ikterus
neonatorum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor resiko ibu
preeklampsia berat, Berat bayi lahir rendah dan asfiksia dengan kejadian ikterus
Neonatorum di RS Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2024. Jenis penelitian yang
dilakukan adalah penelitian retrospektif dengan pendekatan case control.
Penelitian telah dilakukan di RS Adnaan WD Kota Payakumbuh pada bulan
Agustus Desember tahun 2024. Populasi penelitian ini adalah data bayi baru
lahir sebanyak 630 yang diambil dalam 3 tahun terakhir (2022 2024) dengan
jumlah sampel bayi baru lahir tersebut 123 dengan ikterus neonatotum dan 123
tidak ikterus neonatorum. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random
sampling. Hasil penelitian di analisis menggunakan analisis univariate dan
bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian terdapat separoh 123 orang
(50,0%) mengalami ikterus neonatorum, 57 orang (23,2%) mengalami
preeklampsia berat, 68 orang (27,6%) Berat bayi lahir rendah dan 107 orang
(43,5%) asfiksia. Hasil uji statistitik terdapat hubungan preeklampsia berat (p =
0,003), Berat bayi lahir rendah (p = 0,015) dan asfiksia (p = 0,001) dengan
kejadian ikterus neonatorum. Kesimpulan terdapat hubungan preeklampsia berat,
Berat bayi lahir rendah dan asfiksia dengan kejadian ikterus neonatorum.
Disarankan kepada petugas kesehatan untuk dapat membantu mengurangi faktor
resiko terjadinya ikterus Neonatorum pada bayi baru lahir.