Pengaruh Pemberian Strain Counterstrain Pada Nyeri Leher Terhadap Aktifitas Fungsional Penjahit Konveksi di Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh Bukittinggi 2024
Categorie(s):
KTI
Author(s):
Alpian, Nurul
Advisor:
Adenikheir, Annisa
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Aktifitas Fungsional, Nyeri Leher, Strain Counterstrain
DOI:
-
Abstract :
Latar Belakang: Aktifitas fungsional penjahit konveksi melibatkan
gerakan yang berulang dan intensif yang sebagian besar dilakukan dalam posisi
duduk. Duduk dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama dapat
menyebabkan leher menjadi tegang dan tidak bergerak secara normal. Terapi
strain counterstrain dapat digunakan untuk mengurangi ketegangan dan
menyeimbangkan tekanan pada otot. Tujuan penelitian untuk mengetahui
pengaruh pemberian strain counterstrain pada nyeri leher terhadap aktifitas
fungsional penjahit konveksi di Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh Bukittinggi.
Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah quasi experimental dengan
rancangan one group pretes-posttest. Penelitian dilakukan pada bulan Juni tahun
2024 dengan frekuensi pemberian strain counterstrain sebanyak 1 kali dalam
seminggu selama 4 minggu. Populasi penelitian 46 orang penjahit di Kecamatan
Aur Birugo Tigo Baleh Bukittinggi. Sampel penelitian sebanyak 8 orang yang
dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian menggunaka skala NDI
(Neck Disability Index). Analisa statistic dilakukan menggunakan uji Wilcoxon
Sign Rank Test. Hasil Penelitian: Rata rata aktifitas fungsional leher sebelum
dilakukan terapi strain counterstrain adalah 27,38% dan sesudah dilakukan terapi
strain counterstrain adalah 21%. Uji statistik wilcoxon signed ranks test
menunjukkan nilai p = 0,012 (< 0,05). Kesimpulan dan Saran: Adanya pengaruh
pemberian strain counterstrain dalam meningkatkan aktifitas fungsional leher
pada penjahit di Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh Bukittinggi. Peneliti
selanjutnya dapat membandingkan kelompok yang menerima Strain
Counterstrain dengan kelompok yang tidak menerima Strain Counterstrain atau
dengan membandingkan Strain Counterstrain dengan teknik fisioteapi lain.
gerakan yang berulang dan intensif yang sebagian besar dilakukan dalam posisi
duduk. Duduk dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama dapat
menyebabkan leher menjadi tegang dan tidak bergerak secara normal. Terapi
strain counterstrain dapat digunakan untuk mengurangi ketegangan dan
menyeimbangkan tekanan pada otot. Tujuan penelitian untuk mengetahui
pengaruh pemberian strain counterstrain pada nyeri leher terhadap aktifitas
fungsional penjahit konveksi di Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh Bukittinggi.
Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah quasi experimental dengan
rancangan one group pretes-posttest. Penelitian dilakukan pada bulan Juni tahun
2024 dengan frekuensi pemberian strain counterstrain sebanyak 1 kali dalam
seminggu selama 4 minggu. Populasi penelitian 46 orang penjahit di Kecamatan
Aur Birugo Tigo Baleh Bukittinggi. Sampel penelitian sebanyak 8 orang yang
dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian menggunaka skala NDI
(Neck Disability Index). Analisa statistic dilakukan menggunakan uji Wilcoxon
Sign Rank Test. Hasil Penelitian: Rata rata aktifitas fungsional leher sebelum
dilakukan terapi strain counterstrain adalah 27,38% dan sesudah dilakukan terapi
strain counterstrain adalah 21%. Uji statistik wilcoxon signed ranks test
menunjukkan nilai p = 0,012 (< 0,05). Kesimpulan dan Saran: Adanya pengaruh
pemberian strain counterstrain dalam meningkatkan aktifitas fungsional leher
pada penjahit di Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh Bukittinggi. Peneliti
selanjutnya dapat membandingkan kelompok yang menerima Strain
Counterstrain dengan kelompok yang tidak menerima Strain Counterstrain atau
dengan membandingkan Strain Counterstrain dengan teknik fisioteapi lain.