Pengaruh Pemberian Infrared Dan Lateral Prehension Grip Exercise Terhadap Kekuatan Otot Genggaman Tangan Pasien Stroke Non Hemoragik Di RS. Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi
Categorie(s):
KTI
Author(s):
Brilian, Erina Awara
Advisor:
Segita, Riri
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stroke non hemoragik, infrared, lateral prehension grip, kekuatan otot.
DOI:
-
Abstract :
Stroke merupakan penyakit tidak menular yang lebih dikenal dengan silent
killer yaitu kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah
ke bagian otak. Seringkali ini berlangsung selama bertahun-tahun. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian infrared dan lateral
prehension grip exercise terhadap kekuatan otot genggaman tangan Pasien Stroke
Non Hemoragik Di RS. Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi. Metode pengambilan
sampel yaitu dengan purposive sampling dengan jumlah populasi 530 orang dan
sampel berjumlah 10 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen. Sedangkan
rancangan penelitiannya dengan membandingkan nilai pretest dan posttest
kekuatan otot genggaman tangan sebelum diberikannya intervensi infrared dan
lateral prehension grip exercise dan setelah diberikannya intervensi infrared dan
lateral prehension grip exercise. Kemudian sampel menjalani perlakuan selama 4
Minggu dengan frekuensi 3 kali dalam seminggu dengan total pertemuan 12 kali.
Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dengan mengukur
kekuatan otot sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Untuk pengolahan data
dengan T-Test dependent. Hasil penelitian berdasarkan uji T-Test dependent
menunjukkan bahwa nilai p value 0,000 < 0,005 dengan nilai pre 3,40 dan post
5,30 yang artinya Ho ditolak berarti ada pengaruh pemberian infrared dan lateral
prehension grip exercise terhadap kekuatan otot genggaman tangan Pasien Stroke
Non Hemoragik Di RS. Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi. Kesimpulan
penelitian ini bahwa terdapat pengaruh Pemberian Infrared Dan Lateral
Prehension Grip Exercise Terhadap Kekuatan Otot Genggaman Tangan Pasien
Stroke Non Hemoragik Di RS. Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi.
killer yaitu kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah
ke bagian otak. Seringkali ini berlangsung selama bertahun-tahun. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian infrared dan lateral
prehension grip exercise terhadap kekuatan otot genggaman tangan Pasien Stroke
Non Hemoragik Di RS. Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi. Metode pengambilan
sampel yaitu dengan purposive sampling dengan jumlah populasi 530 orang dan
sampel berjumlah 10 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen. Sedangkan
rancangan penelitiannya dengan membandingkan nilai pretest dan posttest
kekuatan otot genggaman tangan sebelum diberikannya intervensi infrared dan
lateral prehension grip exercise dan setelah diberikannya intervensi infrared dan
lateral prehension grip exercise. Kemudian sampel menjalani perlakuan selama 4
Minggu dengan frekuensi 3 kali dalam seminggu dengan total pertemuan 12 kali.
Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dengan mengukur
kekuatan otot sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Untuk pengolahan data
dengan T-Test dependent. Hasil penelitian berdasarkan uji T-Test dependent
menunjukkan bahwa nilai p value 0,000 < 0,005 dengan nilai pre 3,40 dan post
5,30 yang artinya Ho ditolak berarti ada pengaruh pemberian infrared dan lateral
prehension grip exercise terhadap kekuatan otot genggaman tangan Pasien Stroke
Non Hemoragik Di RS. Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi. Kesimpulan
penelitian ini bahwa terdapat pengaruh Pemberian Infrared Dan Lateral
Prehension Grip Exercise Terhadap Kekuatan Otot Genggaman Tangan Pasien
Stroke Non Hemoragik Di RS. Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi.