Pengaruh Terapi Bekam Pada Mahasiswa Dengan Keluhan Nyeri Punggung Di Universitas Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2023.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Arifa, Zahra Nur
Advisor:
Mardison, Lydia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Nyeri Punggung, Terapi bekam, Intensitas Nyeri
DOI:
-
Abstract :
Menurut data World Health Organisation (WHO), pada tahun 2022
menyatakan bahwa kejadian nyeri punggung adalah gangguan musculoskeletal
tertinggi ketiga setelah osteoartitis berjumlah 528 juta orang, rematik yang
berjumlah 335 juta orang dan nyeri punggung berjumlah 17,3 juta orang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh terapi bekam
terhadap keluhan nyeri punggung pada mahasiswa di Universitas Fort De Kock
Bukittinggi Tahun 2023. Jenis penelitian ini menggunakan desain quasi
eksperimen dengan menguji perubahan-perubahan setelah terjadi adanya
eksperimen. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Februari - Maret 2024 di
Universitas Fort De Kock pada tahun 2024 dengan sampel sebanyak 30 orang.
Pengumpulan data dicatat menggunakan lembar observasi yang telah disediakan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa rata-rata intensitas nyeri
sebelum terapi bekam yaitu 5.10 dengan standar deviasi 0,662 dan rata-rata
intensitas nyeri sesudah terapi bekam yaitu 2,57 dengan standar deviasi 0,504.
Hasil analisis bivariat menunjukan pengaruh terapi bekam terhadap intensitas
nyeri pada Mahasiswa diperoleh Pvalue (0,000) (0,05) (Ho ditolak).
Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi bekam terhadap intensitas nyeri
pada Mahasiswa di Universitas Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2023. Maka dari
itu diharapkan kepada semua pihak untuk dapat meningkatkan pengetahuan
terhadap terapi bekam sehingga menjadi salah satu untuk pengobatan untuk
meringankan nyeri punggung.
menyatakan bahwa kejadian nyeri punggung adalah gangguan musculoskeletal
tertinggi ketiga setelah osteoartitis berjumlah 528 juta orang, rematik yang
berjumlah 335 juta orang dan nyeri punggung berjumlah 17,3 juta orang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh terapi bekam
terhadap keluhan nyeri punggung pada mahasiswa di Universitas Fort De Kock
Bukittinggi Tahun 2023. Jenis penelitian ini menggunakan desain quasi
eksperimen dengan menguji perubahan-perubahan setelah terjadi adanya
eksperimen. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Februari - Maret 2024 di
Universitas Fort De Kock pada tahun 2024 dengan sampel sebanyak 30 orang.
Pengumpulan data dicatat menggunakan lembar observasi yang telah disediakan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa rata-rata intensitas nyeri
sebelum terapi bekam yaitu 5.10 dengan standar deviasi 0,662 dan rata-rata
intensitas nyeri sesudah terapi bekam yaitu 2,57 dengan standar deviasi 0,504.
Hasil analisis bivariat menunjukan pengaruh terapi bekam terhadap intensitas
nyeri pada Mahasiswa diperoleh Pvalue (0,000) (0,05) (Ho ditolak).
Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi bekam terhadap intensitas nyeri
pada Mahasiswa di Universitas Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2023. Maka dari
itu diharapkan kepada semua pihak untuk dapat meningkatkan pengetahuan
terhadap terapi bekam sehingga menjadi salah satu untuk pengobatan untuk
meringankan nyeri punggung.