Pengaruh Bekam Basah Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Pada Pasien Gastritis Di RTS Laa Tahzan Tahun 2024.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Handika, Yoga
Advisor:
Lazdia, Wenny
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Bekam Basah, Nyeri Gastritis, Pasien
DOI:
-
Abstract :
Nyeri pada gastritis (lambung) menjadi permasalahan yang sering dikeluhkan
pada masyarakat. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2020, angka
kejadian Gastritis di dunia berkisar 1,8-2,1 juta dari jumlah penduduk setiap
tahunnya. Terapi komplementer salah satu terapi yang sudah lama digunakan
yaitu bekam, kata bekam berasal dari bahasa melayu. Dalam bahasa Arap disebut
hijamah. Dalam bahasa Inggris disebut Blood Cupping. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh bekam basah terhadap penurunan tingkat nyeri pada
pasien gastritis. Jenis penelitian ini adalah desain Quasi Eksperimen dengan
rancangan Pre test-Post test Design. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan
Februari 2024 terhadap pasien laki-laki di RTS ( Rumah Terapi Sehat) Laa
Tahzan. Dengan kriteria, pertama responden bersedia menjadi responden
penelitian, kedua responden yang memiliki jenis kelamin laki-laki, dan yang
ketiga responden yang berusia 20-55 tahun. Intervensi yang dilakukan selama 7-
10 menit. Pengambilan sampel mengunakan teknik purposive sampling dengan
besaran sampel 30 orang. Pengukuran skala nyeri menggunakan Visuale
Analogue Scale. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisi bivariat
menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata tingkat
nyeri sebelum terapi bekam basah 4.850 dan rata-rata tingkat nyeri sesudah terapi
bekam basah 2.800. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa terapi bekam basah
berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat nyeri (p = 0,000).
Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi bekam basah terhadap penurunan
tingkat nyeri pada pasien gastritis di RTS (rumah terapi sehat) Laa Tahzan Tahun
2024. Maka dari itu diharapkan kepada semua pihak untuk melakukan terapi
bekam basah untuk mengurangi penurunan tingkat nyeri gastritis.
pada masyarakat. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2020, angka
kejadian Gastritis di dunia berkisar 1,8-2,1 juta dari jumlah penduduk setiap
tahunnya. Terapi komplementer salah satu terapi yang sudah lama digunakan
yaitu bekam, kata bekam berasal dari bahasa melayu. Dalam bahasa Arap disebut
hijamah. Dalam bahasa Inggris disebut Blood Cupping. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh bekam basah terhadap penurunan tingkat nyeri pada
pasien gastritis. Jenis penelitian ini adalah desain Quasi Eksperimen dengan
rancangan Pre test-Post test Design. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan
Februari 2024 terhadap pasien laki-laki di RTS ( Rumah Terapi Sehat) Laa
Tahzan. Dengan kriteria, pertama responden bersedia menjadi responden
penelitian, kedua responden yang memiliki jenis kelamin laki-laki, dan yang
ketiga responden yang berusia 20-55 tahun. Intervensi yang dilakukan selama 7-
10 menit. Pengambilan sampel mengunakan teknik purposive sampling dengan
besaran sampel 30 orang. Pengukuran skala nyeri menggunakan Visuale
Analogue Scale. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisi bivariat
menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata tingkat
nyeri sebelum terapi bekam basah 4.850 dan rata-rata tingkat nyeri sesudah terapi
bekam basah 2.800. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa terapi bekam basah
berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat nyeri (p = 0,000).
Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi bekam basah terhadap penurunan
tingkat nyeri pada pasien gastritis di RTS (rumah terapi sehat) Laa Tahzan Tahun
2024. Maka dari itu diharapkan kepada semua pihak untuk melakukan terapi
bekam basah untuk mengurangi penurunan tingkat nyeri gastritis.