Hubungan Mutu Pelayanan dengan Minat Kunjungan Pasien di Poli Gigi Puskesmas Lasi Kabupaten Agam Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Fajrina, Weni
Advisor:
Athosra
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Minat Kunjungan Pasien, Mutu Pelayanan Kesehatan, Puskesmas
DOI:
-
Abstract :
Pelayanan kesehatan gigi di Poli Gigi Puskesmas memegang peran penting dalam
memberikan layanan yang berkualitas kepada masyarakat. Salah satu indikator yang
mencerminkan minat kunjungan pasien adalah jumlah kunjungan pasien ke Poli Gigi
Puskesmas. Berdasarkan survey awal pasien tidak ingin melakukan kunjungan ulang,
karena poasien tidak mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Metode penelitian ini
adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Penelitian
ini adalah jenis penelitiuan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah sebanyak
1971 pasien dengan jumlah sampel sebanyak 95 pasien. Pengambilan sampel
menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli
sampai Agustus 2024. Data minat kunjungan pasien tangible, reliability,
responsiveness, assurance, emphaty, dan minat kunjungan ulang didapatkan
menggunakan kuesioner. Analisis data yaitu teknik univariat dan bivariate dengan uji
chi-square dengan =0,05. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu ada hubungan
mutu pelayanan dengan minat kunjungan pasien dengan hasil univariat yaitu 55
(57,9%) responden berminat melakukan kunjungan ulang, 72 (75,8%) tangible baik,
73 (76,8%) reliability baik, 80 (84,2%) responsiveness baik, 74 (77,9%) assurance
baik, 67 (70,5%) emphaty baik. Hasil bivariate dengan nilai yaitu tangible (p value =
0,012) , reliability ( p value = 0,001) , resposivness (p value = 0,009) , assurance (p
value = 0,234) , emphaty (p value = 0,010), sedangkan tidak terdapat hubungan
antara assurance terhadap minat kunjungan pasien dengan (p value = 0,234). Dapat
disimpulkan bahwa mutu pelayanan yang paling berpengaruh terhadap minat
kunjungan pasien adalah reliability dengan OR sebesar 4,848. Diharapkan petugas
meningkatkan hubungan interpersonal antara pasien dengan tenaga medis atau
kepercayaan terhadap hasil jangka panjang dari perawatan yang mereka terima, yang
mendorong mereka untuk kembali. Sebaliknya, meskipun pelayanan dianggap andal,
faktor ketidaknyamanan bisa membuat beberapa pasien enggan melakukan kunjungan
ulang.
memberikan layanan yang berkualitas kepada masyarakat. Salah satu indikator yang
mencerminkan minat kunjungan pasien adalah jumlah kunjungan pasien ke Poli Gigi
Puskesmas. Berdasarkan survey awal pasien tidak ingin melakukan kunjungan ulang,
karena poasien tidak mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Metode penelitian ini
adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Penelitian
ini adalah jenis penelitiuan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah sebanyak
1971 pasien dengan jumlah sampel sebanyak 95 pasien. Pengambilan sampel
menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli
sampai Agustus 2024. Data minat kunjungan pasien tangible, reliability,
responsiveness, assurance, emphaty, dan minat kunjungan ulang didapatkan
menggunakan kuesioner. Analisis data yaitu teknik univariat dan bivariate dengan uji
chi-square dengan =0,05. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu ada hubungan
mutu pelayanan dengan minat kunjungan pasien dengan hasil univariat yaitu 55
(57,9%) responden berminat melakukan kunjungan ulang, 72 (75,8%) tangible baik,
73 (76,8%) reliability baik, 80 (84,2%) responsiveness baik, 74 (77,9%) assurance
baik, 67 (70,5%) emphaty baik. Hasil bivariate dengan nilai yaitu tangible (p value =
0,012) , reliability ( p value = 0,001) , resposivness (p value = 0,009) , assurance (p
value = 0,234) , emphaty (p value = 0,010), sedangkan tidak terdapat hubungan
antara assurance terhadap minat kunjungan pasien dengan (p value = 0,234). Dapat
disimpulkan bahwa mutu pelayanan yang paling berpengaruh terhadap minat
kunjungan pasien adalah reliability dengan OR sebesar 4,848. Diharapkan petugas
meningkatkan hubungan interpersonal antara pasien dengan tenaga medis atau
kepercayaan terhadap hasil jangka panjang dari perawatan yang mereka terima, yang
mendorong mereka untuk kembali. Sebaliknya, meskipun pelayanan dianggap andal,
faktor ketidaknyamanan bisa membuat beberapa pasien enggan melakukan kunjungan
ulang.