Perbedaan Tekanan Dari Cupping Bekam 2 Dan 4 Pada Mahasiswa Keperawatan Di Universitas Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2024.

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   syafril, Tiara
Advisor:
Mardison, Lydia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Terapi Bekam (Cupping), Tekanan Bekam.
DOI:
-
Abstract :
Bekam merupakan cara lain dalam diagnosa dan pengobatan (unclassified
diagnostic and treatment methods), bekam menggunakan metode pengobatan dengan cara
menggunakan alat yang disebut cup. Bekam yang dilakukan pada satu titik atau poin pada
tubuh, kulit, subkutis, fasia, serta otot akan terjadi kerusakan dari mast cell. Tujuan dari
penelitian adalah untuk mengetahui Perbedaan Tekanan Dari Cupping Bekam 2 Dan 4
Pada Mahasiswa Keperawatan Di Universitas Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2024.
Desain penelitian yang digunakan adalah quasi exsperimen dengan rancangan one group
pre test- post test dengan sampel 76 orang. Teknik pengambilan Sampel dilakukan
dengan menggunakan purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah
Mahasiswa Keperawatan Di Universitas Fort De Kock Bukittinggi. Analisa Univariat
dilakukan dengan uji kolmogrov-Smirnov dan hasil hipotesa penelitian menggunakan uji
statistika non parametik yaitu uji Wilcoxon. Hasil analisa univariat menunjukan bahwa
rata-rata tekanan bekam no 2 pada responden sesudah intervensi adalah 204,61 Mmhg
dan rata-rata tekanan bekam no 4 pada responden sesudah intervensi adalah 330,26
Mmhg. Hasil bivariat menunjukan terdapat perbedaan rata-rata tekanan dari cupping
bekam 2 dan 4 pada mahasiswa keperawatan di Universitas Fort De Kock Bukittinggi
Tahun 2024 (p=0,000). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulakan bahwa terdapat
perbedaan tekanan dari cupping bekam 2 dan 4. Oleh karena itu Dengan memahami
perbedaan tekanan dan cara penggunaannya, terapi bekam dapat dilakukan dengan lebih
aman dan efektif.
Download From Google Drive