Pengaruh Terapi Tertawa Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Kota Bukittinggi Tahun 2024.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Syafri, Suci Maulina
Advisor:
Dewi, Ratna
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Terapi Tertawa, Hipertensi
DOI:
-
Abstract :
Menurut World Health Organization (WHO) hipertensi dimana tekanan darah sistolik
sama atau >140 mmHg dan tekanan darah diastolic sama atau >90 mmHg. Hipertensi
sering disebut silent killer yaitu (pembunuh diam-diam) karena pasien pada umumnya
tidak mengetahui bahwa mereka menderita penyakit hipertensi sebelum memeriksakan
tekanan darahnya. Tertawa adalah salah satu cara untuk mencapai kondisi rileks dimana
dengan tertawa 1 menit sebanding dengan bersepeda selama 15 menit. Tertawa juga
melebarkan pembuluh darah sehingga dapat mempelancar aliran darah ke seluruh tubuh.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan
tekanan darah pada penderita hipertensi diwilayah kerja puskesmas nilam sari kota
Bukittinggi tahun 2024. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain Quasy-
Experiment dengan rancangan two group design pre-test dan post-test. Terdapat 10
responden kelompok intervensi dan 10 responden kelompok kontrol. Tekanan darah
diukur dengan spignomanometer. Data dianalisi menggunakan Paired T-test dan Mann-
whitney. Diketahui bahwa terapi tertawa memiliki pengaruh yang bermakna terhadap
penurunan tekanan darah sistolik (Pvalue = 0,006) dan tidak terdapat pengaruh terapi
tertawa terhadap penurunan tekanan darah diastolik (Pvalue = 0,327). Jadi dapat
disimpulkan bahwa terapi tertawa efektif terhadap penurunan tekanan darah dan terapi ini
bisa menjadi salah satu alternatif bagi seseorang yang mengalami hipertensi.
sama atau >140 mmHg dan tekanan darah diastolic sama atau >90 mmHg. Hipertensi
sering disebut silent killer yaitu (pembunuh diam-diam) karena pasien pada umumnya
tidak mengetahui bahwa mereka menderita penyakit hipertensi sebelum memeriksakan
tekanan darahnya. Tertawa adalah salah satu cara untuk mencapai kondisi rileks dimana
dengan tertawa 1 menit sebanding dengan bersepeda selama 15 menit. Tertawa juga
melebarkan pembuluh darah sehingga dapat mempelancar aliran darah ke seluruh tubuh.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan
tekanan darah pada penderita hipertensi diwilayah kerja puskesmas nilam sari kota
Bukittinggi tahun 2024. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain Quasy-
Experiment dengan rancangan two group design pre-test dan post-test. Terdapat 10
responden kelompok intervensi dan 10 responden kelompok kontrol. Tekanan darah
diukur dengan spignomanometer. Data dianalisi menggunakan Paired T-test dan Mann-
whitney. Diketahui bahwa terapi tertawa memiliki pengaruh yang bermakna terhadap
penurunan tekanan darah sistolik (Pvalue = 0,006) dan tidak terdapat pengaruh terapi
tertawa terhadap penurunan tekanan darah diastolik (Pvalue = 0,327). Jadi dapat
disimpulkan bahwa terapi tertawa efektif terhadap penurunan tekanan darah dan terapi ini
bisa menjadi salah satu alternatif bagi seseorang yang mengalami hipertensi.