Hubungan Burnout Dengan Komunikasi Terapeutik Pada Perawat Diruang IGD RSUD M. Natsir Dan RSUD Arosuka Solok.

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Martaliza, Suci
Advisor:
Rezkiki, Fitrianola
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Komunikasi Terapeutik, Burnout.
DOI:
-
Abstract :
Komunikasi perawat di IGD (instalnsi gawat darurat) sangat erat kaitannya dengan
burnout yang dialami oleh lingkungan yang penuh tekanan, jadi untuk meningkatkan
komunikasi di IGD, penting untuk mengidentifikasi dan mengatasi faktor-faktor yang
menyebabkan burnout. Untuk burnout itu sendiri adalah suatu bentuk kelelahan yang
disebabkan karena sesorang bekerja terlalu intens, berdedikasi dan berkomitmen, bekerja
terlalu banyak dan terlalu lama serta memandang kebutuhan dan keinginan mereka
sebagai hal kedua. Program pelatihan, dukungan psikologis, serta menciptakan
lingkungan kerja yang lebih sehat dapat membantu mengurangi burnout dan memperbaiki
kualitas komunikasi perawat di IGD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan burnout dengan komunikasi terapeutik di ruang IGD RSUD M. Natsir Dan
RSUD Arosuka Solok. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang
menggunakan data primer (kuesioner) dan memakai metode deskriptif, dengan sampel
total sampling menggunakan uji statistik data yang dikumpulkan sebanyak 47 perawat
dalam 2 rumah sakit yang berada di ruang IGD (RSUD) Solok. Sebagian besar responden
(59,6 %) menyatakan Burnout dengan kategori berat dan sebagian besar responden
(55,3%) sudah melakukan Komunikasi Verbal dan non Verbal dengan kategori baik.
Diperoleh nilai pada penelitian ini hasil uji Pvalue (0,000) artinya terdapat ada hubungan
dan tujuan yang signifikan antara Burnout dengan komunikasi verbal dan nonverbal pada
perawat di ruang IGD RSUD M. Natsir dan RSUD Arosuka Solok dengan nilai R = -
0,740 artinya responden yang menyatakan komunikasi verbal dan nonverbal Baik lebih
besar untuk menunjukakan Burnout pada perawat dibandingkan yang Kurang Baik, dan
tanda (-) pada nilai koefisien korelasi menunjukkan bahwa variabel tersebut memiliki
hubungan yang negatif. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa untuk kategori berat pada
Burnout di RSUD M.Natsir terdapat 15 orang (51,7%) responden dan pada RSUD
Arosuka terdapat 13 orang (72,3%) responden. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya
untuk dapat menambah wawasan penelitian lebih lanjut tentang Hubungan Burnout
Dengan Komunikasi Terapeutik Perawat Di Ruang IGD
Download From Google Drive