Faktor Risiko Kejadian Gagal Ginjal Kronik pada Pasien yang menjalani Hemodialisa di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2024.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Fikra, Rizka Rahmadhani
Advisor:
Rahmiwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Aktivitas Fisik, Berat Badan Lebih pada Remaja, Pola Makan, Tingkat Pengetahuan
DOI:
-
Abstract :
Gagal Ginjal Kronik (GGK) menempati angka penyakit kronik dengan
kematian tertinggi ke-20 di dunia. Diperkirakan 1 dari 10 populasi di dunia
teridentifikasi mengalami penyakit gagal ginjal sekitar 65% atau 2,3 sampai 7,1 juta
orang meninggal dunia yang disebabkan penyakit gagal ginjal. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor yang berhubungan kejadian gagal ginjal
kronik pada pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Dr. Achmad Mochtar
Bukittinggi. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik,
rancangan cross sectional yang telah dilaksanakan bulan Juli tahun 2024 dengan
populasi 464 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling
sebanyak 56 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner, analisis data meliputi
univariat dan bivariat. Hasil penelitian dari 56 pasien gagal ginjal kronik, lebih dari
separuh responden melakukan aktifitas fisik yang berat (67,9%), memperoleh
dukungan keluarga yang baik (87,5%), menerapkan pola diet yang kurang baik
(62,5%), memiliki kualitas tidur yang baik (66,1%) dan menjalani hemodialisa
(58,9%). Terdapat hubungan antara aktivitas fisik (Pvalue = 0,003 dan OR = 7,280),
perilaku diet (Pvalue = 0,030 dan OR = 4,063), kualitas tidur (Pvalue = 0,014 dan OR =
6,275) terhadap pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Tidak
terdapat hubungan antara dukungan keluarga (Pvalue = 0,259) terhadap pasien gagal
ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Disimpulkan terdapat hubungan antara
aktivitas fisik, perilaku diet dan kualitas tidur terhadap pasien gagal ginjal kronik
yang menjalani hemodialisa. Diharapkan bagi keluarga pasien GGK untuk
memerhatikan, menjaga dan mendukung pasien berupa dukungan emosional,
informasional, instrumental, dan fisik dengan self-care pada pasien GGK.
kematian tertinggi ke-20 di dunia. Diperkirakan 1 dari 10 populasi di dunia
teridentifikasi mengalami penyakit gagal ginjal sekitar 65% atau 2,3 sampai 7,1 juta
orang meninggal dunia yang disebabkan penyakit gagal ginjal. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor yang berhubungan kejadian gagal ginjal
kronik pada pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Dr. Achmad Mochtar
Bukittinggi. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik,
rancangan cross sectional yang telah dilaksanakan bulan Juli tahun 2024 dengan
populasi 464 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling
sebanyak 56 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner, analisis data meliputi
univariat dan bivariat. Hasil penelitian dari 56 pasien gagal ginjal kronik, lebih dari
separuh responden melakukan aktifitas fisik yang berat (67,9%), memperoleh
dukungan keluarga yang baik (87,5%), menerapkan pola diet yang kurang baik
(62,5%), memiliki kualitas tidur yang baik (66,1%) dan menjalani hemodialisa
(58,9%). Terdapat hubungan antara aktivitas fisik (Pvalue = 0,003 dan OR = 7,280),
perilaku diet (Pvalue = 0,030 dan OR = 4,063), kualitas tidur (Pvalue = 0,014 dan OR =
6,275) terhadap pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Tidak
terdapat hubungan antara dukungan keluarga (Pvalue = 0,259) terhadap pasien gagal
ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Disimpulkan terdapat hubungan antara
aktivitas fisik, perilaku diet dan kualitas tidur terhadap pasien gagal ginjal kronik
yang menjalani hemodialisa. Diharapkan bagi keluarga pasien GGK untuk
memerhatikan, menjaga dan mendukung pasien berupa dukungan emosional,
informasional, instrumental, dan fisik dengan self-care pada pasien GGK.