Pengaruh Terapi Guided Imagery Terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Perawatan Luka Post Operasi di RSUD Dr. Achmad Mochtar Kota Bukittinggi Tahun 2023.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Hartono, Rifki Hadi
Advisor:
Kartika, Imelda R.
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Nyeri, Post Operasi, Terapi Guided Imagery
DOI:
-
Abstract :
Perawatan luka post operasi merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk
membersihkan luka, mengobati luka serta menutup luka dengan balutan basah dan kering
sehingga terhindar dari infeksi. Pada perawatan luka post perasi, hampir 50% pasien
mengalami nyeri dan akan berujung kepada peningkatan angka nyeri kronik. Salah satu
metode non farmakologi yang dapat dilakukan adalah manajemen nyeri melalui Guided
Imagery (terapi imajinasi terbimbing). Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh terapi
guided imagey terhadap intesitas nyeripada pasien perawatan luka post operasi di RSUD
Dr. Achmad Mochtar Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan desain Quasi
Ekperimen (One Group Pre-test Post-test) dan telah dilakukan pada bulan september
2023 Februari 2024. Populasi penelitian sebanyak 2.370 pasien post operasi dengan
jumlah sampel sebanyak 30 orang yang diambil secara purposive sampling. Instrumen
penelitian untuk mengukur intensitas nyeri menggunakan skala Numeric Ranting Scala
(NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji Statistik yang digunakan
adalah uji Wilcoxon Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat nyeri responden
sebelum diberikan terapi imajinasi terbimbing adalah 4,76 dengan standar deviasi 0,97
dengan nilai minimum 3 dan maksimum 6. Sedangkan rata-rata tingkat nyeri sesudah
diberikan terapi imajinasi terbimbing adalah 3,46 dengan standar deviasi 0,89 dan nilai
minimum 2 dan maksimum 5. Uji statistic Wilcoxon menunjukkan p-value sebesar 0,000.
Sehingga kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh pemberian terapi imajinasi
terbimbing (Guided Imagery) terhadap intensitas nyeri pada pasien perawatan luka post
operasi di RSUD Dr. Achmad Mocthar Bukittinggi. Diharapkan kepada responden dapat
menerapkan terapi imajinasi terbimbing sebagai alternatif untuk mengatasi nyeri yang
dialaminya.
membersihkan luka, mengobati luka serta menutup luka dengan balutan basah dan kering
sehingga terhindar dari infeksi. Pada perawatan luka post perasi, hampir 50% pasien
mengalami nyeri dan akan berujung kepada peningkatan angka nyeri kronik. Salah satu
metode non farmakologi yang dapat dilakukan adalah manajemen nyeri melalui Guided
Imagery (terapi imajinasi terbimbing). Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh terapi
guided imagey terhadap intesitas nyeripada pasien perawatan luka post operasi di RSUD
Dr. Achmad Mochtar Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan desain Quasi
Ekperimen (One Group Pre-test Post-test) dan telah dilakukan pada bulan september
2023 Februari 2024. Populasi penelitian sebanyak 2.370 pasien post operasi dengan
jumlah sampel sebanyak 30 orang yang diambil secara purposive sampling. Instrumen
penelitian untuk mengukur intensitas nyeri menggunakan skala Numeric Ranting Scala
(NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji Statistik yang digunakan
adalah uji Wilcoxon Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat nyeri responden
sebelum diberikan terapi imajinasi terbimbing adalah 4,76 dengan standar deviasi 0,97
dengan nilai minimum 3 dan maksimum 6. Sedangkan rata-rata tingkat nyeri sesudah
diberikan terapi imajinasi terbimbing adalah 3,46 dengan standar deviasi 0,89 dan nilai
minimum 2 dan maksimum 5. Uji statistic Wilcoxon menunjukkan p-value sebesar 0,000.
Sehingga kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh pemberian terapi imajinasi
terbimbing (Guided Imagery) terhadap intensitas nyeri pada pasien perawatan luka post
operasi di RSUD Dr. Achmad Mocthar Bukittinggi. Diharapkan kepada responden dapat
menerapkan terapi imajinasi terbimbing sebagai alternatif untuk mengatasi nyeri yang
dialaminya.