Hubungan Komunikasi Efektif Orangtua Dengan Tantrum Pada Anak Prasekolah Di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Kerinci Tahun 2024.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Adsa, Ranti
Advisor:
Rezkiki, Fitrianola
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Komunikasi Efektif , Tantrum, Anak Prasekolah
DOI:
-
Abstract :
Gangguan psikologis pada anak adalah tantrum perilaku emosional anak yang
tidak terkontrol seperti kemarahan misalnya, memukul, menendang, menjerit dan
perilaku yang menyedihkan seperti merengek, menangis dengan keras, berguling-
guling dilantai. Angka kejadian tantrum pada anak berusia 18-24 bulan sebesar
87% menjadi 90% pada usia 30-36 bulan menurun hingga 59%. Sedangkan angka
kejadian komunikasi dalam kategori baik yaitu sebesar 88,3%. Perkembangan
emosi anak dipengaruhi oleh perubahan pola interaksi dan pola komunikasi dalam
keluarga. Komunikasi antara orang tua dengan anak merupakan hal yang sangat
penting, dalam komunikasi ini terdapat dua komunikasi yaitu verbal dan non
verbal, komunikasi sebagai media penjembatan dalam hubungan antar sesama
anggota keluarga. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan komunikasi efektif
orangtua dengan tantrum pada anak prasekolah. Penelitian yang digunakan adalah
deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam
penelitian ini adalah orangtua yang mempunyai anak usia prasekolah yang akan
dilakukan di 3 puskesmas yaitu puskesmas Semurup, Kemantan, Depati Tujuh,
dengan jumlah sampel sebanyak 145 anak di puskesmas kabupaten kerinci.
Pengambilan sampel menggunakan total sampling dimana seluruh ibu yang
mempunyai anak usia prasekolah. Hasil penelitian yang didapatkan komunikasi
orangtua tidak baik (49,7%) dan anak mengalmai tantrum (59,3%). Berdasarkan
hasil uji statistik Chi Square didapatkan p value 0,000 > 0,05 dan hasil or = 81,66
maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan komunikasi orangtua dengan
tantrum pada anak. Diharapkan orangtua bisa menjelaskan pada anak dengan
komunikasi verbal dan non verbal.
tidak terkontrol seperti kemarahan misalnya, memukul, menendang, menjerit dan
perilaku yang menyedihkan seperti merengek, menangis dengan keras, berguling-
guling dilantai. Angka kejadian tantrum pada anak berusia 18-24 bulan sebesar
87% menjadi 90% pada usia 30-36 bulan menurun hingga 59%. Sedangkan angka
kejadian komunikasi dalam kategori baik yaitu sebesar 88,3%. Perkembangan
emosi anak dipengaruhi oleh perubahan pola interaksi dan pola komunikasi dalam
keluarga. Komunikasi antara orang tua dengan anak merupakan hal yang sangat
penting, dalam komunikasi ini terdapat dua komunikasi yaitu verbal dan non
verbal, komunikasi sebagai media penjembatan dalam hubungan antar sesama
anggota keluarga. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan komunikasi efektif
orangtua dengan tantrum pada anak prasekolah. Penelitian yang digunakan adalah
deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam
penelitian ini adalah orangtua yang mempunyai anak usia prasekolah yang akan
dilakukan di 3 puskesmas yaitu puskesmas Semurup, Kemantan, Depati Tujuh,
dengan jumlah sampel sebanyak 145 anak di puskesmas kabupaten kerinci.
Pengambilan sampel menggunakan total sampling dimana seluruh ibu yang
mempunyai anak usia prasekolah. Hasil penelitian yang didapatkan komunikasi
orangtua tidak baik (49,7%) dan anak mengalmai tantrum (59,3%). Berdasarkan
hasil uji statistik Chi Square didapatkan p value 0,000 > 0,05 dan hasil or = 81,66
maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan komunikasi orangtua dengan
tantrum pada anak. Diharapkan orangtua bisa menjelaskan pada anak dengan
komunikasi verbal dan non verbal.