Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2024

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Faradilla, Nadifa
Advisor:
Winasi, Loly Nofita
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
hipertensi, puskesmas
DOI:
-
Abstract :
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi
masalah utama dalam bidang kesehatan dan terus meningkat setiap tahun meskipun
tindakan preventif dan promotif banyak dikembangkan mengikuti kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Menurut WHO jumlah penderita hipertensi terbanyak terdapat di
negara-negara berkembang. Pada tahun 2018 saja, kejadian hipertensi menduduki peringkat
pertama sebagai penyakit tidak menular, dengan jumlah kasus mencapai 185.857, mengungguli
diabetes tipe 2 sebanyak 46.174 kasus, dan obesitas sebanyak 13.820 kasus. Ditemukan di
puskesmas tigo baleh yang berjumlah 2.256 kasus. Dimana ada 6 puskesmas lainnya yang berada
di kota bukittinggi yaitu Puskesmas Guguak panjang terdapat 1.955 estimasi kasus, Puskesmas
Perkotaan RA terdapat 1.530 estimasi kasus, Puskesmas Nilam Sari 753 estimasi kasus,
Puskesmas Mandiangin terdapat 1.718 estimasi kasus, Puskesmas Gulai Bancah terdapat 1.095
estimasi kasus dan Puskesmas Plus Mandiangin terdapat 274 estimasi kasus.Tujuan penelitian ini
adalah untuk Apa saja faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah
kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi tahun 2024.
Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan cross sectional, Informan berjumlah 76 orang
Populasi penelitian ini adalah masyarakat yang menderita hipertensi diwilayah kerja Puskesmas
Tigo Baleh.Variabel independen yaitu aktivitas fisik, usia dan jenis kelamin, pengetahuan dan
konsumsi garam berlebih serta variabel dependen yaitu kejadian hipertensi.Teknik pengumpulan
menggunakan alat ukur kuesioner dengan desain penelitian.
Distribusi Frekuensi Kejadian Hipertensi, dapat diketahui bahwa dari 76 responden,
sebagian besar mengalami hipertensi Tahap 1 sebanyak 49 orang (64,5%) dan kejadian
hipertensi tahap 2 sebanyak 27 orang (35,5)
Dapat disimpulkan bahwa dari hasil uji chi-square diperoleh nilai p-value (0.311) >
(0.05). maka dapat dikatakan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dengan kejadian
hipertensi. Dari hasil uji chi-square diperoleh nilai p-value (0.811) > (0.05) maka dapat
dikatakan bahwa tidak ada hubungan sikap dengan kejadian hipertensi. Dari hasil uji chi-square
diperoleh nilai p-value (1,000) > (0.05) maka dapat dikatakan bahwa tidak ada hubungan
aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi.
Download From Google Drive