Analisis Kesehatan Kerja pada Perawat di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2024.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Azzahra, Putri
Advisor:
Febrina, Cory
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengalaman Orang Tua, Remaja, Kanker
DOI:
-
Abstract :
Perawat merupakan kelompok profesi dengan resiko penyakit dan
kecelaksaan akibat kerja yang cukup tinggi, maka dari itu pemerhatian
terhadap kesehatan kerja perawat merupakan suatu hal yang penting untuk
menjaga hak kesehatan bagi perawat dalam menjalankan profesinya.
Berdasarkan laporan BPJSketenagakerjaan adanya trend peningkatan klaim
JKK dalam 5 tahun terakhir yaitu 182.835 kasus di tahun 2019 menjadi
360.635 kasus di tahun 2023 dan sebagian besar berasal dari tenaga
kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesehatan kerja pada
perawat di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2024. Jenis
penelitian ini mixed method dengan pendekatan explanatory miced method.
Populasi seluruh perawat yaitu sebanyak 340 orang. Sampling menggunakan
teknik proporsional sampling sebanyak 77 orang dan 9 informan kualitatif.
Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan lembar wawancara
mendalam. Analisis data kuantitatif meliputi analisis univariat sedangkan
analisis kualitatif menggunakan collaizi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa 70,1% perawat dengan kesehatan kerja kurang baik. Sedangkan hasil
kualitatif menunjukkan bahwa kurang baiknya kondisi kesehatan kerja
perawat di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Adapun permasalahan
terkait implementasi program kesehatan kerja perawat di RSUD Dr.
Achmad Mochtar adalah tidak adanya regulasi, kurangnya anggaran dana,
sehingga indikator method khususnya pelatihan tidak berjalan dengan baik,
tidak tersedianya sarana dan prasarana yang memadai untuk penunjang
implementasi program serta tidak berjalannya indikator-indikator program
kesehatan kerja bagi perawat. Disimpulkan bahwa kesehatan kerja perawat
di RSUD Dr. Achmad MochtarBukittinggi termasuk kategori kurang baik.
Diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk dapat menyusun regulasi
khusus terkait implementasi program kesehatan kerja serta mengajukan
ketersediaan anggaran dana untuk implementasi program.
kecelaksaan akibat kerja yang cukup tinggi, maka dari itu pemerhatian
terhadap kesehatan kerja perawat merupakan suatu hal yang penting untuk
menjaga hak kesehatan bagi perawat dalam menjalankan profesinya.
Berdasarkan laporan BPJSketenagakerjaan adanya trend peningkatan klaim
JKK dalam 5 tahun terakhir yaitu 182.835 kasus di tahun 2019 menjadi
360.635 kasus di tahun 2023 dan sebagian besar berasal dari tenaga
kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesehatan kerja pada
perawat di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2024. Jenis
penelitian ini mixed method dengan pendekatan explanatory miced method.
Populasi seluruh perawat yaitu sebanyak 340 orang. Sampling menggunakan
teknik proporsional sampling sebanyak 77 orang dan 9 informan kualitatif.
Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan lembar wawancara
mendalam. Analisis data kuantitatif meliputi analisis univariat sedangkan
analisis kualitatif menggunakan collaizi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa 70,1% perawat dengan kesehatan kerja kurang baik. Sedangkan hasil
kualitatif menunjukkan bahwa kurang baiknya kondisi kesehatan kerja
perawat di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Adapun permasalahan
terkait implementasi program kesehatan kerja perawat di RSUD Dr.
Achmad Mochtar adalah tidak adanya regulasi, kurangnya anggaran dana,
sehingga indikator method khususnya pelatihan tidak berjalan dengan baik,
tidak tersedianya sarana dan prasarana yang memadai untuk penunjang
implementasi program serta tidak berjalannya indikator-indikator program
kesehatan kerja bagi perawat. Disimpulkan bahwa kesehatan kerja perawat
di RSUD Dr. Achmad MochtarBukittinggi termasuk kategori kurang baik.
Diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk dapat menyusun regulasi
khusus terkait implementasi program kesehatan kerja serta mengajukan
ketersediaan anggaran dana untuk implementasi program.