Evaluasi peran tim pendamping keluarga (TPK) dalam pencegahan stunting di Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Rahmayani, Mutia
Advisor:
Nurhayati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Input, Proses, Output
DOI:
-
Abstract :
Prevalensi stunting di Kota Solok mengalami penurunan dari 18,5 %
(SSGI, 2021) menjadi 18,1 % (SSGI 2022), dan kembali menurun di tahun 2023
menjadi 16,3 % (SKI, 2023). Prevalensi stunting di Kecamatan Tanjung Harapan
mengalami fluktuaktif dimana terjadi penurunan dari Tahun 2021 ke Tahun 2022,
yaitu sebesar 10,62 % pada Tahun 2021 menjadi 10,1 % Tahun 2022, dan terjadi
peningkatan pada Tahun 2023 sebesar 13,72% . Pencegahan stunting di
masyarakat salah satu program yang dibuat pemerintah adalah Tim Pendamping
Keluarga. Sehingga perlu dilakukan evaluasi input, proses dan output pelaksanaan
Tim Pendamping Keluarga di Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok.
Penelitian ini adalah penelitian kebijakan menggunakan metode deskriptif
kualitatif. Jumlah informan 11 orang berdasarkan asas kesesuaian dan kecukupan.
Tempat penelitian di Kecamatan Tanjung Harapan. Komponen input, Perwako
stunting mengacu pada Perpres 72 tahun 2021, SDM mencukupi, pembiayaan
tersedia dan sarana prasarana mencukupi. Komponen proses, faktor proses yang
mencakup pendampingan keluarga oleh tim TPK adalah perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan pemantauan oleh PKB di Kecamatan Tanjung
Harapan Kota Solok terlaksana dengan baik. Pada komponen output kinerja Tim
Pendamping Keluarga (TPK) kategori baik. Pelaksanaan TPK stunting di
Kecamatan Tanjung Harapan telah berjalan sesuai perencanaan, jumlah TPK di
Kecamatan Tanjung Harapan berjumlah 72 orang berperan sesuai dengan
perannya masing-masing hal ini dapat dilihat dari laporan TPK tepat waktu dan
terjadinya penurunan jumlah stunting di kelurahan.
(SSGI, 2021) menjadi 18,1 % (SSGI 2022), dan kembali menurun di tahun 2023
menjadi 16,3 % (SKI, 2023). Prevalensi stunting di Kecamatan Tanjung Harapan
mengalami fluktuaktif dimana terjadi penurunan dari Tahun 2021 ke Tahun 2022,
yaitu sebesar 10,62 % pada Tahun 2021 menjadi 10,1 % Tahun 2022, dan terjadi
peningkatan pada Tahun 2023 sebesar 13,72% . Pencegahan stunting di
masyarakat salah satu program yang dibuat pemerintah adalah Tim Pendamping
Keluarga. Sehingga perlu dilakukan evaluasi input, proses dan output pelaksanaan
Tim Pendamping Keluarga di Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok.
Penelitian ini adalah penelitian kebijakan menggunakan metode deskriptif
kualitatif. Jumlah informan 11 orang berdasarkan asas kesesuaian dan kecukupan.
Tempat penelitian di Kecamatan Tanjung Harapan. Komponen input, Perwako
stunting mengacu pada Perpres 72 tahun 2021, SDM mencukupi, pembiayaan
tersedia dan sarana prasarana mencukupi. Komponen proses, faktor proses yang
mencakup pendampingan keluarga oleh tim TPK adalah perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan pemantauan oleh PKB di Kecamatan Tanjung
Harapan Kota Solok terlaksana dengan baik. Pada komponen output kinerja Tim
Pendamping Keluarga (TPK) kategori baik. Pelaksanaan TPK stunting di
Kecamatan Tanjung Harapan telah berjalan sesuai perencanaan, jumlah TPK di
Kecamatan Tanjung Harapan berjumlah 72 orang berperan sesuai dengan
perannya masing-masing hal ini dapat dilihat dari laporan TPK tepat waktu dan
terjadinya penurunan jumlah stunting di kelurahan.