Deskripsi Komunikasi Perawat Terhadap Pandangan Pasien di Ruang Bedah Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2023
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Fatin, Nisa Nurliana
Advisor:
Rezkiki, Fitrianola
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Nonverbal Communication, Touching
DOI:
-
Abstract :
Komunikasi nonverbal merupakan komunikasi yang dilakukan secara tidak langsung,
dimana komunikasi ini disampaikan bukan hanya sebatas kata melainkan juga menggunakan
gerakan. Menurut Qamarina (2021) menyatakan bahwasanya komunikasi nonverbal perawat
masih kurang baik dimana didapatkan sebanyak 27 orang (58,7%) pasien menyatakan tidak puas
dengan komunikasi nonverbal perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan
mengeksplorasi terkait deskripsi komunikasi non verbal perawat dalam pandangan pasien
diruang bedah Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi . Penelitian ini merupakan jenis
penelitian mixed methode study dengan explanatory mixed methode yaitu penelitian yang
menggabungkan jenis penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan teknik purposive sampling
dengan jumlah partisipan 8 orang. Penelitian kuantitatif digunakan 159 sampel menggunakan
metode accidental sampling melalui pengisian kuesioner selanjutnya data dikumpulkan melalui
wawancara mendalam dan catatan lapangan. Hasil penelitian kuantitatif didapatkan kurang dari
separuh (44,7%) menyatakan komunikasi nonverbal perawat kurang baik sebanyak 71
responden. Hasil penelitian kualitiatif ini mengidentifikasi 3 tema : hambatan pelaksanaan
komunikasi nonverbal touching, persepsi pasien terhadap sentuhan perawat, kepuasan pasien
terhadap touching. Dapat disimpulkan komunikasi nonverbal perawat berada pada kategori baik.
Disarankan perawat dapat melakukan komunikasi nonverbal pada saat memberikan asuhan
keperawatan terhadap pasien terutama dibagian touching yang bisa perawat sempatkan pada
waktu - waktu tertentu ketika melakukan tindakan dan ketika mengunjungi atau menyapa pasien.
Sehingga pasien merasa adanya kedekatan antara perawat dan pasien sehingga dapat menjalin
hubungan saling percaya dan mempercepat penyembuhan terhadap pasien.
dimana komunikasi ini disampaikan bukan hanya sebatas kata melainkan juga menggunakan
gerakan. Menurut Qamarina (2021) menyatakan bahwasanya komunikasi nonverbal perawat
masih kurang baik dimana didapatkan sebanyak 27 orang (58,7%) pasien menyatakan tidak puas
dengan komunikasi nonverbal perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan
mengeksplorasi terkait deskripsi komunikasi non verbal perawat dalam pandangan pasien
diruang bedah Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi . Penelitian ini merupakan jenis
penelitian mixed methode study dengan explanatory mixed methode yaitu penelitian yang
menggabungkan jenis penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan teknik purposive sampling
dengan jumlah partisipan 8 orang. Penelitian kuantitatif digunakan 159 sampel menggunakan
metode accidental sampling melalui pengisian kuesioner selanjutnya data dikumpulkan melalui
wawancara mendalam dan catatan lapangan. Hasil penelitian kuantitatif didapatkan kurang dari
separuh (44,7%) menyatakan komunikasi nonverbal perawat kurang baik sebanyak 71
responden. Hasil penelitian kualitiatif ini mengidentifikasi 3 tema : hambatan pelaksanaan
komunikasi nonverbal touching, persepsi pasien terhadap sentuhan perawat, kepuasan pasien
terhadap touching. Dapat disimpulkan komunikasi nonverbal perawat berada pada kategori baik.
Disarankan perawat dapat melakukan komunikasi nonverbal pada saat memberikan asuhan
keperawatan terhadap pasien terutama dibagian touching yang bisa perawat sempatkan pada
waktu - waktu tertentu ketika melakukan tindakan dan ketika mengunjungi atau menyapa pasien.
Sehingga pasien merasa adanya kedekatan antara perawat dan pasien sehingga dapat menjalin
hubungan saling percaya dan mempercepat penyembuhan terhadap pasien.