Efektivitas Mirror Therapy Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Pasca Stroke Di Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Putri, Misi Dea
Advisor:
Rahmiwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stroke, Kekuatan Otot, Mirror Therapy
DOI:
-
Abstract :
Penderita stroke pada umumnya mengalami gangguan motorik, dimana gejala yang paling
khas adalah kerusakan atau kematian jaringan otak yang dapat menimbulkan gejala disabilitas
berupa hemiparese anggota gerak atau kelemahan otot ekstremitas yang dapat menimbulkan
keterbatasan dalam mobilisasi. Intervensi yang diberikan dapat berupa latihan rentang gerak
menggunakan terapi cermin (mirror therapy) untuk meningkatkan kekuatan otot dengan
mengikutsertakan persepsi ilusi visual untuk meningkatkan pergerakan anggota gerak yang
mengalami hemiparese. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi cermin
terhadap kekuatan otot pada pasien stroke. Metode penelitian ini menggunakan quasi eksperimen
dengan rancangan penelitian one group pretest dan posttest. Populasi adalah seluruh pasien stroke
di Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi dengan teknik pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling diperoleh sebanyak 10 responden. Instrumen penelitian
menggunakan lembar observasi, dan SOP mirror theraphy, dan pengukuran kekuatan otot. Jenis
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Kuantitatif. Hasil uji pairet sample T-Test
menunjukkan bahwa P-Value sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh
terapi cermin terhadap kekuatan otot pada pasien stroke sehingga dapat dipertimbangkan sebagai
salah satu tindakan pengobatan untuk meningkatkan fungsi motorik dan meningkatkan kekuatan
otot pada pasien stroke, terutama pada kasus stroke non hemoragik.
khas adalah kerusakan atau kematian jaringan otak yang dapat menimbulkan gejala disabilitas
berupa hemiparese anggota gerak atau kelemahan otot ekstremitas yang dapat menimbulkan
keterbatasan dalam mobilisasi. Intervensi yang diberikan dapat berupa latihan rentang gerak
menggunakan terapi cermin (mirror therapy) untuk meningkatkan kekuatan otot dengan
mengikutsertakan persepsi ilusi visual untuk meningkatkan pergerakan anggota gerak yang
mengalami hemiparese. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi cermin
terhadap kekuatan otot pada pasien stroke. Metode penelitian ini menggunakan quasi eksperimen
dengan rancangan penelitian one group pretest dan posttest. Populasi adalah seluruh pasien stroke
di Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi dengan teknik pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling diperoleh sebanyak 10 responden. Instrumen penelitian
menggunakan lembar observasi, dan SOP mirror theraphy, dan pengukuran kekuatan otot. Jenis
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Kuantitatif. Hasil uji pairet sample T-Test
menunjukkan bahwa P-Value sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh
terapi cermin terhadap kekuatan otot pada pasien stroke sehingga dapat dipertimbangkan sebagai
salah satu tindakan pengobatan untuk meningkatkan fungsi motorik dan meningkatkan kekuatan
otot pada pasien stroke, terutama pada kasus stroke non hemoragik.