Evaluasi Pelaksanaan Program Penanggulangan Penyakit Hipertensi Melalui Posbindu PTM Di Wilayah Kerja Puskesmas Lampasi Kota Payakumbuh Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Legiandra, Lestia
Advisor:
Hasnita, Evi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pelaksanaan program,Hipertensi,Posbindu
DOI:
-
Abstract :
Penelitian ini mengevaluasi pelaksanaan program penanggulangan penyakit hipertensi
melalui Posbindu PTM di wilayah kerja Puskesmas Lampasi, Kota Payakumbuh. Hipertensi
merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat, menjadi salah satu
penyebab utama kematian dan kecacatan. Penelitian ini berfokus pada evaluasi terhadap tiga
komponen utama pelaksanaan program, yakni input, proses, dan output. Dari segi input, SDM
yang ada telah mencukupi, tetapi masih diperlukan peningkatan kapasitas kader dalam
mengorganisir program. Pada komponen proses, perencanaan kegiatan sudah berjalan sesuai
dengan jadwal yang ditetapkan, termasuk kegiatan Prolanis yang mencakup senam, penyuluhan,
pemeriksaan laboratorium, dan skrining penyakit tidak menular. Sedangkan pada komponen
output, program Posbindu PTM telah memberikan pelayanan yang sesuai dengan standar yang
ditetapkan.
Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan
sistem evaluasi input, proses, dan output. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan
kepala Puskesmas, pemegang program hipertensi, kader, dan penderita hipertensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun SDM telah mencukupi, beberapa kader
masih kurang memahami pengorganisasian program. Dana yang digunakan berasal dari BOK
(Bantuan Operasional Kesehatan) dan sudah memadai, namun sarana yang tersedia, seperti kit
posbindu, masih terbatas. Proses pelaksanaan program, termasuk perencanaan dan monitoring,
sudah berjalan sesuai dengan perencanaan yang dibuat, namun masih terdapat hambatan
partisipasi masyarakat dalam mengikuti program.
Kesimpulan penelitian ini pentingnya peningkatan pelatihan kader, pengadaan sarana
dan prasarana tambahan, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan
kesehatan rutin. Penelitian ini memberikan saran bagi pihak puskesmas dan dinas kesehatan
untuk memperkuat pelaksanaan program melalui kolaborasi lintas sektor serta upaya promosi
kesehatan yang lebih intensif, sehingga target pelayanan Posbindu PTM dapat tercapai dengan
optimal, dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
melalui Posbindu PTM di wilayah kerja Puskesmas Lampasi, Kota Payakumbuh. Hipertensi
merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat, menjadi salah satu
penyebab utama kematian dan kecacatan. Penelitian ini berfokus pada evaluasi terhadap tiga
komponen utama pelaksanaan program, yakni input, proses, dan output. Dari segi input, SDM
yang ada telah mencukupi, tetapi masih diperlukan peningkatan kapasitas kader dalam
mengorganisir program. Pada komponen proses, perencanaan kegiatan sudah berjalan sesuai
dengan jadwal yang ditetapkan, termasuk kegiatan Prolanis yang mencakup senam, penyuluhan,
pemeriksaan laboratorium, dan skrining penyakit tidak menular. Sedangkan pada komponen
output, program Posbindu PTM telah memberikan pelayanan yang sesuai dengan standar yang
ditetapkan.
Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan
sistem evaluasi input, proses, dan output. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan
kepala Puskesmas, pemegang program hipertensi, kader, dan penderita hipertensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun SDM telah mencukupi, beberapa kader
masih kurang memahami pengorganisasian program. Dana yang digunakan berasal dari BOK
(Bantuan Operasional Kesehatan) dan sudah memadai, namun sarana yang tersedia, seperti kit
posbindu, masih terbatas. Proses pelaksanaan program, termasuk perencanaan dan monitoring,
sudah berjalan sesuai dengan perencanaan yang dibuat, namun masih terdapat hambatan
partisipasi masyarakat dalam mengikuti program.
Kesimpulan penelitian ini pentingnya peningkatan pelatihan kader, pengadaan sarana
dan prasarana tambahan, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan
kesehatan rutin. Penelitian ini memberikan saran bagi pihak puskesmas dan dinas kesehatan
untuk memperkuat pelaksanaan program melalui kolaborasi lintas sektor serta upaya promosi
kesehatan yang lebih intensif, sehingga target pelayanan Posbindu PTM dapat tercapai dengan
optimal, dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.