Hubungan Kualitas Bakteriologis Air Minum Rumah Tangga Dengan Kejadian Diare Di Desa Marabau Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Musfiana, Indah
Advisor:
Adriana
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kualitas Bakteriologis Air Minum Rumah Tangga, Diare
DOI:
-
Abstract :
Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan khususnya di negara
berkembang, Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang memiliki
morbiditas dan mortalitas diare yang masih tinggi. Berdasarkan data kasus diare
dari Dinas Kesehatan Kota Pariaman tahun 2023 terdapat 1639 kasus di Kota
Pariaman dan yang paling tinggi dari 4 kecamatan yang ada di Kota Pariaman
adalah di Kecamatan Pariaman Selatan khususnya di wilayah kerja Puskesmas
Kurai Taji sebanyak 239 kasus.
Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan kualitas bakteriologis air
minum rumah tangga dengan kejadian diare di desa marabau. Desain Penelitian
case control, jumlah populasi 938 jiwa dan sampel 74 sampel dengan teknik total
sampling.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebanyak 66,2% air minum rumah
tangga tidak memenuhi syarat, dan didapatkan hasil analisis data menunjukan
bahwa p-value sebesar 0,000. Nilai 0,000 < (0,05) artinya Ho ditolak, yang berarti
ada hubungan antara kualitas bakteriologis air minum rumah tangga dengan
kejadian diare di desa marabau.
Diharapkan penilitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi untuk
merubah perilaku Masyarakat terutama dalam pengolahan air minum agar dimasak
dengan baik terlebih dahulu sebelum dikonsumsi serta lebih selektif dalam memilih
dan menggunakan air galon isi ulang untuk di konsumsi, pilihlah depot yang sudah
memiliki izin dan bersertifikat laik hygiene sanitasi. Puskesmas Kurai Taji
diharapkan lebih meningkatkan edukasi ke masyarakat mengenai hygiene dan
sanitasi lingkungan, pengolahan dan penyimpanan air sebelum digunakan untuk
menurunkan angka kejadian diare.
berkembang, Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang memiliki
morbiditas dan mortalitas diare yang masih tinggi. Berdasarkan data kasus diare
dari Dinas Kesehatan Kota Pariaman tahun 2023 terdapat 1639 kasus di Kota
Pariaman dan yang paling tinggi dari 4 kecamatan yang ada di Kota Pariaman
adalah di Kecamatan Pariaman Selatan khususnya di wilayah kerja Puskesmas
Kurai Taji sebanyak 239 kasus.
Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan kualitas bakteriologis air
minum rumah tangga dengan kejadian diare di desa marabau. Desain Penelitian
case control, jumlah populasi 938 jiwa dan sampel 74 sampel dengan teknik total
sampling.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebanyak 66,2% air minum rumah
tangga tidak memenuhi syarat, dan didapatkan hasil analisis data menunjukan
bahwa p-value sebesar 0,000. Nilai 0,000 < (0,05) artinya Ho ditolak, yang berarti
ada hubungan antara kualitas bakteriologis air minum rumah tangga dengan
kejadian diare di desa marabau.
Diharapkan penilitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi untuk
merubah perilaku Masyarakat terutama dalam pengolahan air minum agar dimasak
dengan baik terlebih dahulu sebelum dikonsumsi serta lebih selektif dalam memilih
dan menggunakan air galon isi ulang untuk di konsumsi, pilihlah depot yang sudah
memiliki izin dan bersertifikat laik hygiene sanitasi. Puskesmas Kurai Taji
diharapkan lebih meningkatkan edukasi ke masyarakat mengenai hygiene dan
sanitasi lingkungan, pengolahan dan penyimpanan air sebelum digunakan untuk
menurunkan angka kejadian diare.