Teknologi Tepat Guna Briket Arang Batok Kelapa Dengan Perekat Tepung Tapioka Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Putri, Dinda Dwi
Advisor:
Fatma, Fitria
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Briket, Batok Kelapa, Tepung Tapioka
DOI:
-
Abstract :
Biomassa atau limbah organik dapat dimanfaatakan sebagai sumber energi
alternatif. Batok kelapa dan tepung tapioka dapat dijadikan sebagai briket. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui rata-rata berapa lama ketahanan menyala api pada briket
arang batok kelapa dengan perekat tepung tapioka tahun 2024.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen. Objek penelitian ini
batok kelapa, perlakuan menggunakan tepung tapioka dan air dengan tiga konsentrasi
100%, 90%:10%, 80%:20%. Anilasa data penelitian ini yaitu menggunakan uji Oneway
Anova untuk melihat tiga kelompok yang berbeda.
Hasil penelitian menunjukkan pada briket arang 100% tanpa bahan perekat rata-
rata ketahanan menyala api 65 menit dengan sd=2, waktu menyala api paling rendah 63
menit dan yang tertinggi 67 menit. Pada briket arang 90%:10% rata-rata ketahanan
menyala api 76 menit dengan sd=2, waktu menyala api terendah 74 menit dan waktu
menyala api tertinggi 78 menit dan pada briket arang 80%:20% rata-rata ketahanan
menyala api 59 menit dengan sd=3, waktu menyala api terendah 56 menit sedangkan
waktu menyala api tertinggi 62 menit. Dilihat dari hasil uji Oneway Anova dari ketiga
kelompok didapat hasil p-value=0,00 (Ho Ditolak). Artinya ada perbedaan lama
ketahanan menyala api dari ketiga kelompok. Dilihat dari hasil benferroni p
alternatif. Batok kelapa dan tepung tapioka dapat dijadikan sebagai briket. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui rata-rata berapa lama ketahanan menyala api pada briket
arang batok kelapa dengan perekat tepung tapioka tahun 2024.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen. Objek penelitian ini
batok kelapa, perlakuan menggunakan tepung tapioka dan air dengan tiga konsentrasi
100%, 90%:10%, 80%:20%. Anilasa data penelitian ini yaitu menggunakan uji Oneway
Anova untuk melihat tiga kelompok yang berbeda.
Hasil penelitian menunjukkan pada briket arang 100% tanpa bahan perekat rata-
rata ketahanan menyala api 65 menit dengan sd=2, waktu menyala api paling rendah 63
menit dan yang tertinggi 67 menit. Pada briket arang 90%:10% rata-rata ketahanan
menyala api 76 menit dengan sd=2, waktu menyala api terendah 74 menit dan waktu
menyala api tertinggi 78 menit dan pada briket arang 80%:20% rata-rata ketahanan
menyala api 59 menit dengan sd=3, waktu menyala api terendah 56 menit sedangkan
waktu menyala api tertinggi 62 menit. Dilihat dari hasil uji Oneway Anova dari ketiga
kelompok didapat hasil p-value=0,00 (Ho Ditolak). Artinya ada perbedaan lama
ketahanan menyala api dari ketiga kelompok. Dilihat dari hasil benferroni p