Pengaruh Edukasi Bantuan Hidup Dasar terhadap pengetahuan kegawatdaruratan pada organisasi relawan di Universitas Fort De Kock

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Ikhlas, Fidi Sandika
Advisor:
Syukri, Rahmat
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Henti jantung, Henti nafas, edukasi BHD, pengetahuan
DOI:
-
Abstract :
Kegawatdaruratan merupakan kejadian tak terduga yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan memerlukan
penenganan segera. Salah satu kondisi kegawatdaruratan yang dapat mengancam jiwa dan penanganan
segera adalah henti jantung dan henti nafas. Sumatra barat termasuk ke lokasi zona merah siaga bencana.
Dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 2.841.802 jiwa dan 2.798.827 dengan jumlah seluruh
5.640.629 Banyaknya kasus henti napas dan henti jantung di Sumatra barat sehingga tidak terselamatkan
nyawa korban ,ketidakmampuan anngota organisasi relawan, petugas objek wisata, Masyarakat yang berada
di sekitas area objek wisata dalam keterampilan melakukan Tindakan Bantuan Hidup Dasar. Tujuan
penelitian ini adalah untuk untuk mengukur dan mengetahui serta menambah pengetahuan organisasi
relawan di Universitas Fort De Kock tentang Bantuan Hidup Dasar terhadap kegawatdarurata sehingga
dapat mengurangi angka kematian karena henti nafas dan henti jantung. Jenis penelitian ini merupakan
penelitian quuasi eksperimen dengan pre-post test. populasi penelitian adalah anggota organisasi relawan
kampus Universitas Fort De Kock kota Bukittinggi. Jumlah populasi 131 orang. Dalam penelitian teknik
pengambilan sampel secara probality sampling dan non probality sampling didapatkan sampel 17 orang.
Data diolah secara komputerisasi dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil
penelitian menunjukan rata-rata pengetahuan responden sebelum diberikan edukasi adalah 46,29 dengan
standar deviasi 14,823 dan rata-rata pengetahuan responden sesudah diberikan edukasi adalah 89,82 dengan
standar deviasi 9,105, selisih antara pengetahuan dan terdapat perbedaan skor pengetahuan responden antara
sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan beda rata-rata 43,529 dan nilai p = 0,000. . Saran bagi
anggota organisasi relawan untuk melakukan pelatihan BHD untuk meningkatkan pengtahuan tentang
pemberian Bantuan Hidup Dasar. Penelitian ini memberikan informasi bagi anggota organisasi relawan
bahwa pemberian edukasi BHD baik dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi angka kematian
akibat henti nafas dan henti jantung.
Download From Google Drive