Hubungan Pola Komunikasi Terapeutik Non Verbal Perawat Dengan Kecemasan Pasien Hemodialisa Di Rsud Achmad Mochtar Bukittinggi
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Lorenza, Aqnes Monica
Advisor:
Rezkiki, Fitrianola
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Komunikasi non verbal, Tingkat Kecemasan Hemodialisa
DOI:
-
Abstract :
Hemodialisa merupakan proses pembersih darah bagi pasien gagal ginjal
melalui mesin dialisis yang dilakukan secara rutin 2-3 kali seminggu. Pasien yang
menjalani hemodialisa memiliki tingkat kecemasan yang tinggi. Kecemasan
pasien hemodialisa dapat dikurangi melalui komunikasi nonverbal yang efektif
seperti ekspresi wajah yang ramah, kontak mata yang penuh perhatian, gerakan
tubuh yang terbuka dan mendukung dapat memberikan rasa nyaman pada pasien.
Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik non verbal
terhadap tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di Rsud Ahcmad Mochtar
Bukittinggi. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik
observasional dengan metode cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien
gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Achmad Mochtar
Bukittinggi. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan
jumlah sampel sebanyak 45 responden. Pengumpulan data menggunakan
instrumen kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan
analisis bivariat. Berdasarkan hasil analisis uji statistik menggunakan uji Chi-
Square dengan nilai p value 0,033. Karena p value < 0,05 ini menjelaskan bahwa
terdapat hubungan antara komunikasi non verbal perawat dengan tingkat
kecemasan pasien hemodialisa di RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi.
Komunikasi non verbal perawat memberikan dukungan emosional yang
meningkatkan rasa nyaman dan mengurangi kecemasan pasien yang mungkin
memiliki pengetahuan media yang terbatas. Selain itu responden penelitian yang
rata-rata pasien laki-laki yang sering kali kurang terbuka dalam mengekspresikan
perasaan, pendekatan non-verbal perawat dengan tetap menjaga sikap profesional
namun hangat untuk memastikan bahwa pasien merasa didukung tanpa merasa
tertekan.
melalui mesin dialisis yang dilakukan secara rutin 2-3 kali seminggu. Pasien yang
menjalani hemodialisa memiliki tingkat kecemasan yang tinggi. Kecemasan
pasien hemodialisa dapat dikurangi melalui komunikasi nonverbal yang efektif
seperti ekspresi wajah yang ramah, kontak mata yang penuh perhatian, gerakan
tubuh yang terbuka dan mendukung dapat memberikan rasa nyaman pada pasien.
Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik non verbal
terhadap tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di Rsud Ahcmad Mochtar
Bukittinggi. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik
observasional dengan metode cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien
gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Achmad Mochtar
Bukittinggi. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan
jumlah sampel sebanyak 45 responden. Pengumpulan data menggunakan
instrumen kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan
analisis bivariat. Berdasarkan hasil analisis uji statistik menggunakan uji Chi-
Square dengan nilai p value 0,033. Karena p value < 0,05 ini menjelaskan bahwa
terdapat hubungan antara komunikasi non verbal perawat dengan tingkat
kecemasan pasien hemodialisa di RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi.
Komunikasi non verbal perawat memberikan dukungan emosional yang
meningkatkan rasa nyaman dan mengurangi kecemasan pasien yang mungkin
memiliki pengetahuan media yang terbatas. Selain itu responden penelitian yang
rata-rata pasien laki-laki yang sering kali kurang terbuka dalam mengekspresikan
perasaan, pendekatan non-verbal perawat dengan tetap menjaga sikap profesional
namun hangat untuk memastikan bahwa pasien merasa didukung tanpa merasa
tertekan.