Perbedaan Kadar Gula Darah Di Perifer Dengan Kop Bekam Basah Pada Status Nyeri Punggung Di Universitas Fort De Kock Bukittinggi
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Syakira, Aisyah Nurul
Advisor:
Mardison, Lydia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Terapi Bekam (Cupping), Kadar Gula Darah Nyeri Punggung.
DOI:
-
Abstract :
Terapi Bekam atau Cupping Theraphy dilakukan dengan cara penyedotan
menggunakanalat khusus yang sebelumnya didahului dengan pembedahan minor
di titik-titik tertentu. Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang memilih
terapi tradisional tersebut sebagai solusi untuk mengobati penyakitnya.
Proses pembekaman dapat mengeluarkan berbagai macam zat asam
(heksosamin) dari otot dan jaringan lemak sehingga membuka jalan bagi
insulin untuk melekat pada reseptor dan meningkatkan kepekaannya yang
menyebabkan kadar gula menurun. Tujuan dari penelitian adalah untuk
mengetahui Perbedaan Kadar Gula Darah Di Perifer Dengan Kop Bekam Basah
Pada Status Nyeri Punggung Di Universitas Fort De Kock Bukittinggi Tahun
2024.
Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi exsperimen dengan
rancangan one group pre test- post test dengan sampel 30 orang. Teknik
pengambilan Sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling.
Populasi dalam penelitian ini adalah Dosen, Staf Mahasiswa dan Cs Di
Universitas Fort De Kock Bukittinggi. Analisa Univariat dilakukan dengan uji
Shapiro-Wilk dan hasil hipotesa penelitian menggunakan uji statistika non
parametik yaitu uji Wilcoxon.
Hasil analisa univariat menunjukan bahwa rata-rata Kadar Gula Darah
pada responden sebelum intervensi adalah 109,366 Mmhg dan rata-rata Kadar
Gula Darah pada responden sesudah intervensi adalah 109,733 Mmhg. Sedangkan
rata-rata Nyeri Punggung pada responden sebelum intervensi adalah 5,53 dan rata-
rata Nyeri Punggung pada responden sesudah intervensi adalah 2,73 . Hasil
bivariat menunjukan tidak terdapat perbedaan rata-rata Kadar Gula Darah
(p=0,355) dan terdapat perbedaan nyeri punggung dengan (p=0,000) pada Dosen,
Staf, Mahasiswa dan Cs di Universitas Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2024.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulakan bahwa tidak terdapat
perbedaan Kadar Gula Darah di Perifer dan Kop Bekam Basah sedangkan pada
status Nyeri Punggung terdapat perbedaan. Oleh karena itu Diharapkan penelitian
selanjutnya dapat meneliti lebih lanjut dan memahami perbedaan sebelum dan
sesudah dilakukan intervensi, terapi bekam dapat dilakukan dengan lebih aman
dan efektif.
menggunakanalat khusus yang sebelumnya didahului dengan pembedahan minor
di titik-titik tertentu. Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang memilih
terapi tradisional tersebut sebagai solusi untuk mengobati penyakitnya.
Proses pembekaman dapat mengeluarkan berbagai macam zat asam
(heksosamin) dari otot dan jaringan lemak sehingga membuka jalan bagi
insulin untuk melekat pada reseptor dan meningkatkan kepekaannya yang
menyebabkan kadar gula menurun. Tujuan dari penelitian adalah untuk
mengetahui Perbedaan Kadar Gula Darah Di Perifer Dengan Kop Bekam Basah
Pada Status Nyeri Punggung Di Universitas Fort De Kock Bukittinggi Tahun
2024.
Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi exsperimen dengan
rancangan one group pre test- post test dengan sampel 30 orang. Teknik
pengambilan Sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling.
Populasi dalam penelitian ini adalah Dosen, Staf Mahasiswa dan Cs Di
Universitas Fort De Kock Bukittinggi. Analisa Univariat dilakukan dengan uji
Shapiro-Wilk dan hasil hipotesa penelitian menggunakan uji statistika non
parametik yaitu uji Wilcoxon.
Hasil analisa univariat menunjukan bahwa rata-rata Kadar Gula Darah
pada responden sebelum intervensi adalah 109,366 Mmhg dan rata-rata Kadar
Gula Darah pada responden sesudah intervensi adalah 109,733 Mmhg. Sedangkan
rata-rata Nyeri Punggung pada responden sebelum intervensi adalah 5,53 dan rata-
rata Nyeri Punggung pada responden sesudah intervensi adalah 2,73 . Hasil
bivariat menunjukan tidak terdapat perbedaan rata-rata Kadar Gula Darah
(p=0,355) dan terdapat perbedaan nyeri punggung dengan (p=0,000) pada Dosen,
Staf, Mahasiswa dan Cs di Universitas Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2024.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulakan bahwa tidak terdapat
perbedaan Kadar Gula Darah di Perifer dan Kop Bekam Basah sedangkan pada
status Nyeri Punggung terdapat perbedaan. Oleh karena itu Diharapkan penelitian
selanjutnya dapat meneliti lebih lanjut dan memahami perbedaan sebelum dan
sesudah dilakukan intervensi, terapi bekam dapat dilakukan dengan lebih aman
dan efektif.