Pembuatan Sediaan Emulgel Dari Asam Usnat Sebagai Sistem Penghantara Transdermal
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Oktavia, Zulfa
Advisor:
Saputra, Harry Ade
Rahmadasmi, Nola
Rahmadasmi, Nola
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Asam usnat, emulgel, transdermal, penetrasi
DOI:
-
Abstract :
Asam usnat merupakan metabolit sekunder turunan dibenzofuran yang banyak
ditemukan dalam lichen, salah satunya pada genus Usnea sp. Asam usnat termasuk ke
dalam BCS kelas II yaitu, obat dengan permeabilitas tinggi tetapi kelarutannya rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk sediaan terhadap profil
penetrasi asam usnat. Jenis penelitian ini eksperimental dengan melakukan pengujian
mutu fisik dan penetrasi sediaan. Formula dibuat dalam bentuk 3 sediaan yaitu, emulsi (F0
tanpa asam usnat dan F1 dengan asam usnat), gel (F0 tanpa asam usnat dan F1 dengan
asam usnat), dan emulgel (F0 tanpa asam usnat dan F1 dengan asam usnat). Hasil evaluasi
mutu fisik sediaan emulgel memenuhi persyaratan mutu sediaan. Hasil uji penetrasi
dianalisis dengan menggunakan two way anova, didapatkan nilai signifikan pada formula
< 0,05 yang berarti terdapat pengaruh jumlah kumulatif antar formula, sehingga H0
ditolak. Hasil uji Duncan menujukkan jumlah kumulatif yang bepenetrasi per luas area
terbaik adalah sediaan emulgel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
asam usnat dalam bentuk sediaan emulgel memenuhi persyaratan mutu dan memiliki
profi pernetrasi tertinggi dari sedian emulsi dan gel.
ditemukan dalam lichen, salah satunya pada genus Usnea sp. Asam usnat termasuk ke
dalam BCS kelas II yaitu, obat dengan permeabilitas tinggi tetapi kelarutannya rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk sediaan terhadap profil
penetrasi asam usnat. Jenis penelitian ini eksperimental dengan melakukan pengujian
mutu fisik dan penetrasi sediaan. Formula dibuat dalam bentuk 3 sediaan yaitu, emulsi (F0
tanpa asam usnat dan F1 dengan asam usnat), gel (F0 tanpa asam usnat dan F1 dengan
asam usnat), dan emulgel (F0 tanpa asam usnat dan F1 dengan asam usnat). Hasil evaluasi
mutu fisik sediaan emulgel memenuhi persyaratan mutu sediaan. Hasil uji penetrasi
dianalisis dengan menggunakan two way anova, didapatkan nilai signifikan pada formula
< 0,05 yang berarti terdapat pengaruh jumlah kumulatif antar formula, sehingga H0
ditolak. Hasil uji Duncan menujukkan jumlah kumulatif yang bepenetrasi per luas area
terbaik adalah sediaan emulgel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
asam usnat dalam bentuk sediaan emulgel memenuhi persyaratan mutu dan memiliki
profi pernetrasi tertinggi dari sedian emulsi dan gel.