Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Nurhaliza, Vadia
Advisor:
Hasnita, Evi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pola pemberian makan, Stunting, Balita
DOI:
-
Abstract :
Stunting merupakan salah satu bentuk gizi kurang yang ditandai dengan indikator TB/U. Indikator
TB/U memberikan indikasi masalah gizi yang sifatnya kronis akibat dari keadaan yang berlangsung lama.
Pola pemberian makan balita merupakan upaya dan cara ibu memberikan makanan pada balita agar
kebutuhan makan balita tercukupi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola pemberian
makan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin
Kota Bukittinggi. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan rancangan Cross
sectional. Populasi dalam penelitian sebanyak 51 orang Ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan, Sampel
sebanyak 51 responden secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data
pengukuran tinggi badan balita dengan menggunakan microtoise dan dikonversikan ke dalam nilai
terstandar (z-score). Data dianalisa menggunakan uji Chi Square dengan signifikansi 0,05. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa frekuensi pola pemberian makan yang kategori kurang 80,4% dengan jumlah 41
orang, kategori pola pemberian makan baik 19,6% dengan jumlah 10 orang. Stunting dengan kategori
pendek 86,3% dengan jumlah 44 orang, kategori sangat pendek 13,7% dengan jumlah 7 orang. Hasil analisa
bivariat untuk variabel pola pemberian makan didapatkan p-value 0,029 maka H0 ditolak yang berarti
terdapat hubungan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan.
Kesimpulan pola pemberian makan berhubungan dengan kejadian stunting. Saran diharapkan hasil
penelitian ini bisa menjadi bahan informasi untuk mencegah terjadinya stunting pada balita sehingga bisa
menurunkan angka kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi.
TB/U memberikan indikasi masalah gizi yang sifatnya kronis akibat dari keadaan yang berlangsung lama.
Pola pemberian makan balita merupakan upaya dan cara ibu memberikan makanan pada balita agar
kebutuhan makan balita tercukupi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola pemberian
makan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin
Kota Bukittinggi. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan rancangan Cross
sectional. Populasi dalam penelitian sebanyak 51 orang Ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan, Sampel
sebanyak 51 responden secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data
pengukuran tinggi badan balita dengan menggunakan microtoise dan dikonversikan ke dalam nilai
terstandar (z-score). Data dianalisa menggunakan uji Chi Square dengan signifikansi 0,05. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa frekuensi pola pemberian makan yang kategori kurang 80,4% dengan jumlah 41
orang, kategori pola pemberian makan baik 19,6% dengan jumlah 10 orang. Stunting dengan kategori
pendek 86,3% dengan jumlah 44 orang, kategori sangat pendek 13,7% dengan jumlah 7 orang. Hasil analisa
bivariat untuk variabel pola pemberian makan didapatkan p-value 0,029 maka H0 ditolak yang berarti
terdapat hubungan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan.
Kesimpulan pola pemberian makan berhubungan dengan kejadian stunting. Saran diharapkan hasil
penelitian ini bisa menjadi bahan informasi untuk mencegah terjadinya stunting pada balita sehingga bisa
menurunkan angka kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi.