Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Air, Etanol dan N-Heksan Daun Kacang Tujuh Jurai (Phaseolus Lunatus L.) Secara In Vitro

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Karabu, Wahyu Fadillah
Advisor:
Nurhayati
Saputra, Harry Ade
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Antiinflamasi, Phaseolus Lunatus L., Human Red Blood Cell (HRBC), stabilisasi membran
DOI:
-
Abstract :
Inflamasi merupakan suatu respon protektif tubuh yang berperan dalam
melawan agen penyebab kerusakan sel pada daerah lokal yang mengalami cedera,
seperti karena terinfeksi. Flavonoid dalam ekstrak daun kacang tujuh jurai
(Phaseolus Lunatus L.) diduga memiliki efek antiinflamasi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi dari ekstrak air, etanol dan n-
heksan dari daun kacang tujuh jurai (Phaseolus Lunatus L.) menggunakan metode
stabilisasi membran sel darah merah secara in vitro. Aktivitas stabilisasi membran
ditentukan dengan spektrofotometri UV-Vis berdasarkan penurunan absorbansi
hemoglobin dengan panjang gelombang 580 nm. Penentuan aktivitas ekstrak
dilakukan dengan variasi konsentrasi 10.000, 7000, 5000, 3000 dan 1000 g/mL
yang dibandingkan dengan natrium diklofenak dengan variasi konsentrasi 1000,
700, 500, 300, dan 100 g/mL. Hasil uji aktivitas antiinflamasi menggunakan
metode stabilisasi membran sel darah manusia berdasarkan konsontrasi dari
ekstrak air hasil perhitungan IC50 diperoleh rata-rata 4188.2 g/mL ekstrak etanol
6269.6 g/mL dan ekstrak n-heksan 4211.0 g/mL. sebagai pembanding dalam
uji ini adalah natrium diklofenak dengan IC50 rata-rata 344.0 g/mL. Berdasarkan
hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak air menunjukan nilai IC50 terkecil
dibandingkan ekstrak etanol dan n-heksan, tetapi masih memerlukan
pengembangan lebih lanjut, agar diperoleh suatu metode yang memiliki tingkat
akurasi dan presisi yang baik.
Download From Google Drive