Uji Aktivitas Antibakteri Propionibacterium acnes dari Kombinasi Ekstrak Daun Singkong (Manihot esculenta) dan Ekstrak Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Khoiro, Ummu
Advisor:
Oktavianis
Nanda
Nanda
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Antibakteri, Propionibacterium acnes, Daun Singkong (Manihot esculenta), Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
DOI:
-
Abstract :
Jerawat adalah masalah kulit yang sering dialami oleh banyak orang, yang salah
satunya disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk
menguji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun singkong (Manihot esculenta) dan
ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Propionibacterium acnes. Ekstrak
dari kedua tanaman tersebut diketahui memiliki kandungan senyawa aktif yang berpotensi
sebagai antibakteri. Uji aktivitas pada daun singkong memiliki zona hambat yang kuat,
sedangkan daun jeruk nipis (tidak ada zona bening). Jenis penelitian ini menggunakan jenis
kuantitatif dengan pendekatan observasional dan eksperimen murni uji Laboratorium.
Dilakukan pada bulan Desember 2023-Juli 2024 di Laboratorium Universitas Fort De Kock
dan memakai metode difusi cakram untuk mengetahui efektivitas antibakteri dari
kombinasi ekstrak terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Uji Aktivitas antibakteri ekstrak kombinasi daun singkong (Manihot
esculenta) menunjukkan hasil bahwa ekstrak daun jeruk nipis pada konsentrasi 50%, 25%,
12,5%, 7,25% memiliki aktivitas antibakteri, dengan variasi perbandingan (3:1), (1:1),
(1:3). Pada perbandingan 3:1 dengan konsentrasi 50% memiliki zona hambat 15,71 mm
(kuat) dan konsentrasi 25% memiliki zona hambat 11,37 mm (kuat), dan konsentrasi 12,5%
memiliki zona hambat 8,723 mm (sedang) dan konsentrasi 7,25% memiliki zona hambat
8,431 mm (sedang). Untuk pengujian perbandingan 1:1 dengan konsentrasi 50% memiliki
zona hambat 15,22 mm (Kuat) dan konsentrasi 25% memiliki zona hambat 8,756 mm
(Sedang) dan konsentrasi 12,5% memiliki konsentrasi memiliki zona hambat 8,711 mm
(Sedang) dan konsentrasi 7,25% memiliki zona hambat 8,088 mm (Sedang). Untuk
pengujian 1:3 dengan konsentrasi 50% memiliki zona hambat 15,39 mm (Kuat) dan
konsentrasi 25% memiliki zona hambat 12,89 mm (Kuat) dan konsentrasi 12,5% memiliki
zona hambat 12,69 mm (Kuat) dan konsentrasi 7,25% memiliki zona hambat 7,953 mm
(Sedang).
satunya disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk
menguji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun singkong (Manihot esculenta) dan
ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Propionibacterium acnes. Ekstrak
dari kedua tanaman tersebut diketahui memiliki kandungan senyawa aktif yang berpotensi
sebagai antibakteri. Uji aktivitas pada daun singkong memiliki zona hambat yang kuat,
sedangkan daun jeruk nipis (tidak ada zona bening). Jenis penelitian ini menggunakan jenis
kuantitatif dengan pendekatan observasional dan eksperimen murni uji Laboratorium.
Dilakukan pada bulan Desember 2023-Juli 2024 di Laboratorium Universitas Fort De Kock
dan memakai metode difusi cakram untuk mengetahui efektivitas antibakteri dari
kombinasi ekstrak terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Uji Aktivitas antibakteri ekstrak kombinasi daun singkong (Manihot
esculenta) menunjukkan hasil bahwa ekstrak daun jeruk nipis pada konsentrasi 50%, 25%,
12,5%, 7,25% memiliki aktivitas antibakteri, dengan variasi perbandingan (3:1), (1:1),
(1:3). Pada perbandingan 3:1 dengan konsentrasi 50% memiliki zona hambat 15,71 mm
(kuat) dan konsentrasi 25% memiliki zona hambat 11,37 mm (kuat), dan konsentrasi 12,5%
memiliki zona hambat 8,723 mm (sedang) dan konsentrasi 7,25% memiliki zona hambat
8,431 mm (sedang). Untuk pengujian perbandingan 1:1 dengan konsentrasi 50% memiliki
zona hambat 15,22 mm (Kuat) dan konsentrasi 25% memiliki zona hambat 8,756 mm
(Sedang) dan konsentrasi 12,5% memiliki konsentrasi memiliki zona hambat 8,711 mm
(Sedang) dan konsentrasi 7,25% memiliki zona hambat 8,088 mm (Sedang). Untuk
pengujian 1:3 dengan konsentrasi 50% memiliki zona hambat 15,39 mm (Kuat) dan
konsentrasi 25% memiliki zona hambat 12,89 mm (Kuat) dan konsentrasi 12,5% memiliki
zona hambat 12,69 mm (Kuat) dan konsentrasi 7,25% memiliki zona hambat 7,953 mm
(Sedang).