Hubungan Sosiodemografi Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Dokter di Kecamatan Gunung Tujuh Kerinci Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Andini, Tiara
Advisor:
Sulung, Neila
Hasanah, Rizqa
Hasanah, Rizqa
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Sosiodemografi, pengetahuan, tindakan, antibiotik tanpa resep dokter
DOI:
-
Abstract :
Pada saat ini ditemukan fenomena penggunaan antibiotik yang tidak
dilengkapi dengan resep dokter, sehingga terjadi ketidaktepatan dalam hal tindakan
penggunaannya yang dapat meningkatkan berbagai resiko negatif terhadap
kesehatan. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa Kabupaten Kerinci
menempati urutan tertinggi dalam penggunaan antibiotik yang tidak dilengkapi
resep dokter di Provinsi Jambi yaitu sebesar 41,33 %. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan sosiodemografi, pengetahuan dan sikap dengan tindakan
penggunaan antibiotik tanpa resep dokter.
Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study
yang telah dilakukan pada bulan Januari Februari 2024 di Kecamatan Gunung
Tujuh Kabupaten Kerinci. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental
sampling dengan besaran sampel sebanyak 64 responden. Pengumpulan data
menggunakan kuisioner, analisis data meliputi analisis univariat dan analisis
bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independent yang
berhubungan dengan tindakan penggunaan antibiotik tanpa resep dokter adalah
pengetahuan (p = 0,007, OR = 5,6) dan sikap (p = 0,021, OR = 4,3), sedangkan
variabel sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan) tidak
menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan dan sikap
merupakan variabel yang berhubungan dengan tindakan penggunaan antibiotik
tanpa resep dokter pada masyarakat di Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten
Kerinci. Maka dari itu diharapkan kepada semua pihak, terutama petugas kesehatan
dan petugas farmasi di Apotek untuk dapat melakukan upaya peningkatan
pengetahuan masyarakat agar dapat membentuk respon sikap dan perilaku yang
positif dalam penggunaan antibiotik.
dilengkapi dengan resep dokter, sehingga terjadi ketidaktepatan dalam hal tindakan
penggunaannya yang dapat meningkatkan berbagai resiko negatif terhadap
kesehatan. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa Kabupaten Kerinci
menempati urutan tertinggi dalam penggunaan antibiotik yang tidak dilengkapi
resep dokter di Provinsi Jambi yaitu sebesar 41,33 %. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan sosiodemografi, pengetahuan dan sikap dengan tindakan
penggunaan antibiotik tanpa resep dokter.
Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study
yang telah dilakukan pada bulan Januari Februari 2024 di Kecamatan Gunung
Tujuh Kabupaten Kerinci. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental
sampling dengan besaran sampel sebanyak 64 responden. Pengumpulan data
menggunakan kuisioner, analisis data meliputi analisis univariat dan analisis
bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independent yang
berhubungan dengan tindakan penggunaan antibiotik tanpa resep dokter adalah
pengetahuan (p = 0,007, OR = 5,6) dan sikap (p = 0,021, OR = 4,3), sedangkan
variabel sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan) tidak
menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan dan sikap
merupakan variabel yang berhubungan dengan tindakan penggunaan antibiotik
tanpa resep dokter pada masyarakat di Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten
Kerinci. Maka dari itu diharapkan kepada semua pihak, terutama petugas kesehatan
dan petugas farmasi di Apotek untuk dapat melakukan upaya peningkatan
pengetahuan masyarakat agar dapat membentuk respon sikap dan perilaku yang
positif dalam penggunaan antibiotik.