Hubungan Media Sosial, Konselor Sebaya, Peran Orang Tua dan Guru dengan Perilaku Siswa tentang LGBT Pada Remaja Se-Kota Bukittinggi Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Wandela, Tisyandra
Advisor:
Sulung, Neila
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
LGBT, Perilaku Siswa, Remaja
DOI:
-
Abstract :
LGBT atau singkatan dari lesbian, gay, biseksual dan transgender ialah
istilah yang merujuk pada gabungan empat perilaku penyimpangan seksual dan
identitas gender yang melawan kodrat dan menolak ketentuan Tuhan. Fenomena
tentang LGBT para remaja se-Kota Bukittinggi dari 176 responden didapatkan
bahwa 67 responden yang berperilaku buruk. Penelitian bertujuan mengetahui
hubungan media sosial, konselor sebaya, peran orang tua dan guru dengan
perilaku siswa tentang LGBT pada remaja se-Kota Bukittinggi tahun 2024.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan
desain crosssectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1.758 orang
dengan metode cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan
kuesioner. Sumber data yaitu data primer dan sekunder. Pengolahan data
dilakukan dengan analisis uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukan, 67 responden (38,1% ) dengan perilaku
buruk tentang LGBT, terdapat 35 responden (19,9%) dengan media sosial yang
berpengaruh negatif pada perilaku siswa, sebanyak 85 responden (48,3%) yang
kurang kepedulian pada konselor sebaya, 68 responden (38,6%) yang
mendapatkan peran orang tua kurang baik. Hasil uji chi-square diperoleh ada
hubungan yang bermakna antara media sosial dengan perilaku siswa
(p=0,005;OR=3,098) dan ada hubungan bermakna antara peran guru dengan
perilaku siswa (p=0,000;0R=3,706). Tidak ada hubungan konselor remaja
(p=0,790), peran orang tua (p=0,073) dengan perilaku siswa.
Kesimpulan bahwa ada hubungan media sosial dan peran guru dengan
perilaku siswa tentang LGBT. Diharapkan Sekolah mampu memaksimalkan peran
konselor sebaya serta guru terkait penyebaran perilaku LGBT pada siswa.
istilah yang merujuk pada gabungan empat perilaku penyimpangan seksual dan
identitas gender yang melawan kodrat dan menolak ketentuan Tuhan. Fenomena
tentang LGBT para remaja se-Kota Bukittinggi dari 176 responden didapatkan
bahwa 67 responden yang berperilaku buruk. Penelitian bertujuan mengetahui
hubungan media sosial, konselor sebaya, peran orang tua dan guru dengan
perilaku siswa tentang LGBT pada remaja se-Kota Bukittinggi tahun 2024.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan
desain crosssectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1.758 orang
dengan metode cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan
kuesioner. Sumber data yaitu data primer dan sekunder. Pengolahan data
dilakukan dengan analisis uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukan, 67 responden (38,1% ) dengan perilaku
buruk tentang LGBT, terdapat 35 responden (19,9%) dengan media sosial yang
berpengaruh negatif pada perilaku siswa, sebanyak 85 responden (48,3%) yang
kurang kepedulian pada konselor sebaya, 68 responden (38,6%) yang
mendapatkan peran orang tua kurang baik. Hasil uji chi-square diperoleh ada
hubungan yang bermakna antara media sosial dengan perilaku siswa
(p=0,005;OR=3,098) dan ada hubungan bermakna antara peran guru dengan
perilaku siswa (p=0,000;0R=3,706). Tidak ada hubungan konselor remaja
(p=0,790), peran orang tua (p=0,073) dengan perilaku siswa.
Kesimpulan bahwa ada hubungan media sosial dan peran guru dengan
perilaku siswa tentang LGBT. Diharapkan Sekolah mampu memaksimalkan peran
konselor sebaya serta guru terkait penyebaran perilaku LGBT pada siswa.