Pengaruh Penggunaan Penetrasi Dimetil Sulfoksida (DMSO) Terhadap Laju Difusi Emulgel Asam Usnat Secara Invitro
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Anjeli, Sonia Fetri
Advisor:
Nurhayati
Rahmadasmi, Nola
Rahmadasmi, Nola
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Asam Usnat, Dmso, Emulgel
DOI:
-
Abstract :
Asam usnat merupakan metabolit sekunder dari kayu angin jenis lichen turunan
dibenzofurans, senyawa ini termasuk obat kelas II berdasarkan biopharmaceutical
classification system (BCS), yaitu obat yang memiliki permabilitas membran yang
tinggi tetapi memiliki kelarutan yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
bagaimana pengaruh penambahan Dmso terhadap laju difusi emulgel asam usnat
secara in vitro. Jenis penelitian ini penelitian experimental dengan melakukan
pengujian mutu fisik pada sediaan emulgel dan pengujian difusi penetrasi. Sediaan
emulgel dibuat dalam 4 formula yaitu F0 (0% asam usnat, 0%DMSO ), F1 (2% asam
usnat, 0%DMSO), F2 (0% asam usnat, 5%DMSO ), F3 (2% asam usnat, 5%DMSO).
Bedasarkan penelitian, evaluasi mutu fisik sediaan didapatkan seluruh formulasi
homogen, memiliki viskositas 2.500 3.960, pH 4,70- 5,66, warna sediaan emulgel
putih dan putih kekuningan, tidak berbau dan bentuk semi padat atau kental. Analisis
data hasil uji in vitro secara statistik menggunakan uji anova dua arah menunjukkan
bahwa tidak terdapat pengaruh yang bermakna (p 0,05) antara formula 1 dan
formula 3 dan tidak dilanjutkan dengan uji Duncan. Berdasarkan hasil penelitian
dapat disimpulkan bahwa asam usnat dapat diformulasikan menjadi sediaan emulgel
dan dari kedua sediaan emulgel asam usnat antara formula 1 dan formula 3 yang
menunjukkan jumlah kumulatif yang terpenetrasi paling besar pada adalah formula 3.
dibenzofurans, senyawa ini termasuk obat kelas II berdasarkan biopharmaceutical
classification system (BCS), yaitu obat yang memiliki permabilitas membran yang
tinggi tetapi memiliki kelarutan yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
bagaimana pengaruh penambahan Dmso terhadap laju difusi emulgel asam usnat
secara in vitro. Jenis penelitian ini penelitian experimental dengan melakukan
pengujian mutu fisik pada sediaan emulgel dan pengujian difusi penetrasi. Sediaan
emulgel dibuat dalam 4 formula yaitu F0 (0% asam usnat, 0%DMSO ), F1 (2% asam
usnat, 0%DMSO), F2 (0% asam usnat, 5%DMSO ), F3 (2% asam usnat, 5%DMSO).
Bedasarkan penelitian, evaluasi mutu fisik sediaan didapatkan seluruh formulasi
homogen, memiliki viskositas 2.500 3.960, pH 4,70- 5,66, warna sediaan emulgel
putih dan putih kekuningan, tidak berbau dan bentuk semi padat atau kental. Analisis
data hasil uji in vitro secara statistik menggunakan uji anova dua arah menunjukkan
bahwa tidak terdapat pengaruh yang bermakna (p 0,05) antara formula 1 dan
formula 3 dan tidak dilanjutkan dengan uji Duncan. Berdasarkan hasil penelitian
dapat disimpulkan bahwa asam usnat dapat diformulasikan menjadi sediaan emulgel
dan dari kedua sediaan emulgel asam usnat antara formula 1 dan formula 3 yang
menunjukkan jumlah kumulatif yang terpenetrasi paling besar pada adalah formula 3.