Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Nanopertikel Kulit Buah Naga Super Merah (Selenicereus costaricensis) Dengan Metode ABTS (2,2-azinibis (3-ethyl benzothiazoline)-6-asam sulfonat)
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Costarica, Silvia
Advisor:
Yesti, Yulia
Rahmadasmi, Nola
Rahmadasmi, Nola
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kulit buah naga, nanopertikel, antioksidan, ABTS.
DOI:
-
Abstract :
Buah naga super merah (Selenicerius costaricensis) adalah buah yang sangat
digemari oleh masyarakat Indonesia. Bagian buah naga yang sering dimanfaatkan
daging buah, dan biasanya kulit buah naga merah dibuang sebagai limbah dan
belum dimanfaatkan secara optimal. Telah banyak dilakukan penelitian mengenai
kulit buah naga yang mengandung vitamin C, vitamin E, vitamin A, alkaloid,
steroid, flavonoid, fenolik, tanin dan keunggulam kulit buah naga sebagai sumber
antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak kulit buah
naga super merah dapat dibuat nanopertikel, dan untuk mengetahui aktivitas
antioksidan ekstrak nanopartikel kulit buah naga super merah dengan metode
ABTS. Metode eksperimental dengan uji kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif
meliputi uji skrining fitokimia dan uji kuantitatif meliputi uji aktivitas antioksidan
ekstrak nanopertikel kulit buah buah naga super merah dengan metode ABTS.
Penelitian dilakukan di Laboratotium Farmasi Universitas Fort De Kock
Bukittinggi pada tahun 2024. Hasil uji skrining fitokimia terdapat senyawa
metabolit sekunder, namun negatif pada saponin, ukuran nanopertikel didapatkan
267,2 nm dan pengujian aktivitas antioksidan pada ektrak kental diperoleh nilai
IC50 sebesar 39,787 ppm, pada ekstrak nanopartikel nilai IC50 sebesar 243,393
ppm, dan nilai IC50 vitamin C murni sebesar 4,40 ppm. Kesimpulan pada ektstrak
kental memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dan pada esktrak nanopertikel
aktivitas antioksidan yang didapat sangat lemah yang diukur dengan metode
ABTS dibandingkan dengan vitamin C sangat kuat.
digemari oleh masyarakat Indonesia. Bagian buah naga yang sering dimanfaatkan
daging buah, dan biasanya kulit buah naga merah dibuang sebagai limbah dan
belum dimanfaatkan secara optimal. Telah banyak dilakukan penelitian mengenai
kulit buah naga yang mengandung vitamin C, vitamin E, vitamin A, alkaloid,
steroid, flavonoid, fenolik, tanin dan keunggulam kulit buah naga sebagai sumber
antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak kulit buah
naga super merah dapat dibuat nanopertikel, dan untuk mengetahui aktivitas
antioksidan ekstrak nanopartikel kulit buah naga super merah dengan metode
ABTS. Metode eksperimental dengan uji kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif
meliputi uji skrining fitokimia dan uji kuantitatif meliputi uji aktivitas antioksidan
ekstrak nanopertikel kulit buah buah naga super merah dengan metode ABTS.
Penelitian dilakukan di Laboratotium Farmasi Universitas Fort De Kock
Bukittinggi pada tahun 2024. Hasil uji skrining fitokimia terdapat senyawa
metabolit sekunder, namun negatif pada saponin, ukuran nanopertikel didapatkan
267,2 nm dan pengujian aktivitas antioksidan pada ektrak kental diperoleh nilai
IC50 sebesar 39,787 ppm, pada ekstrak nanopartikel nilai IC50 sebesar 243,393
ppm, dan nilai IC50 vitamin C murni sebesar 4,40 ppm. Kesimpulan pada ektstrak
kental memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dan pada esktrak nanopertikel
aktivitas antioksidan yang didapat sangat lemah yang diukur dengan metode
ABTS dibandingkan dengan vitamin C sangat kuat.