Pengaruh Pemberian Salep Fraksi Etil Asetat Daun Binahong Anredera cordifolia (Ten.) Steenis Terhadap Penyembuhan Luka Pada Tikus

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Maulidya, Reza
Advisor:
Gusriyani, Sri
Putra, Fajrian Aulia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Daun binahong, luka eksisi, fraksi etil asetat, penyembuhan luka
DOI:
-
Abstract :
Luka merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan kerusakan pada
jaringan tubuh.Tujuan penelitian untuk mengetahuifraksi etil asetat dengan
konsentrasi berapa fraksi etil asetat daun binahong yang paling efektif dalam
penyembuhan luka pada tikus. Penelitian ini dilakukan dengan cara melukai
punggung tikus dengan diameter 2cm dan kedalaman 1mm. Aklimatisasi pada
hewan di lakukan pada 7 hari perlakuan. Pengolesan salep fraksi etil asetat
dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore hari selama 14 hari pemberian salep. Hewan
di bagi menjadi 6 kelompok, kelompok 1 kontrol (-), kelompok 2 Basis salep,
kelompok 3 kontrol (+), kelompok 4,5 dan 6 Konsentrasi 5,10,15%. Parameter yang
di gunakan ialah presentase luas penyembuhan luka waktu epitelisasi dan
histopatologi. Salep daun binahong dibuat menjadi 3 konsentrasi yaitu 5%, 20%,
15%. Salep fraksi etil asetat daun binahong Anredera cordifolia (Ten) steenis. dapat
memberikan pengaruh dalam proses penyembuhan luka eksisi pada tikus.
Perlakuan yang paling efektif adalah pemberian salep fraksi etil asetat daun
binahong Anredera cordifolia (Ten) steenis dengan konsentrasi 15% .Di buktikan
dengan uji One Way Anova dengan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 dan data
berdistribusi normal.
Download From Google Drive