Uji Aktivitas Kombinasi Ekstrak Etanol Kunyit (Curcuma longa L) dan Madu (Honey) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Jelita, Putri
Advisor:
Nanda
Rahmadasmi, Nola
Rahmadasmi, Nola
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kunyit, Madu, Propionibacterium Acne
DOI:
-
Abstract :
Propoinibterium acne merupakan bakteri utama yang menyebabkan
terbentuknya jerawat. Jerawat adalah peradangan yang terjadi pada kukit akibat
adanya infeksi bakteri pada kelenjer minyak yang tersumbat. Kunyit (Curcuma longa
L) dan Madu (Honey) diketahui secara ilmiah memiliki aktivitas sebagai antibakteri
disebabkan karena adanya kandungan senyawa metabolit sekunder. Tujuan penelitian
ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri Propionibacterium acne dari campuran
ekstrak etanol kunyit dan madu. Metode uji aktivitas antibakteri mengunakan metode
difusi cakram. Dengan komposisi ekstrak Kunyit dan Madu 3:1, 1:1, 1:3 konsentrasi
ekstrak yaitu 50%, 25%, 12,5%, kontrol positif menggunakan Klindamisin 1% dan
kontrol negatif DMSO. Hail zona hambat uji aktivitas antibakteri dari kombinasi
ekstrak pada kombinasi kunyit dan madu 3:1 dengan konsentrasi 50%, 25%, dan
12,5% memiliki zona hambat berurut yaitu sebesar 12,8 mm, 9,9 mm dan 5,9 mm.
Pada kombinasi kunyit dan madu 1:1 dengan konsentrasi 50%, 25% dan 12,5%
menghasilkan zona hambat berurut yaitu sebesar 13,3 mm, 10,2 mm dan 9,4 mm. Dan
dikombinasi kunyit dan madu 1:3 dengan konsentrasi 50%, 25%, 12,5% menghasilkan
diameter zona hambat berurut di 12,2 mm, 10,2 mm dan 8,49 mm. Diameter kontrol
positif klindamisin di kombiasi 3:1 yaitu sebesar 8,3 mm, kombinasi 1:1 yaitu sebesar
9,9 mm dan di kombinasi 1:3 yaitu 15,3 mm. Kesimpulan dari hasil penelitian ini
kombinasi ekstrak yang bagus 1;1 pada konsentrasi 50% yaitu kategori kuat memiliki
daya hambat paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibterium
Acne.
terbentuknya jerawat. Jerawat adalah peradangan yang terjadi pada kukit akibat
adanya infeksi bakteri pada kelenjer minyak yang tersumbat. Kunyit (Curcuma longa
L) dan Madu (Honey) diketahui secara ilmiah memiliki aktivitas sebagai antibakteri
disebabkan karena adanya kandungan senyawa metabolit sekunder. Tujuan penelitian
ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri Propionibacterium acne dari campuran
ekstrak etanol kunyit dan madu. Metode uji aktivitas antibakteri mengunakan metode
difusi cakram. Dengan komposisi ekstrak Kunyit dan Madu 3:1, 1:1, 1:3 konsentrasi
ekstrak yaitu 50%, 25%, 12,5%, kontrol positif menggunakan Klindamisin 1% dan
kontrol negatif DMSO. Hail zona hambat uji aktivitas antibakteri dari kombinasi
ekstrak pada kombinasi kunyit dan madu 3:1 dengan konsentrasi 50%, 25%, dan
12,5% memiliki zona hambat berurut yaitu sebesar 12,8 mm, 9,9 mm dan 5,9 mm.
Pada kombinasi kunyit dan madu 1:1 dengan konsentrasi 50%, 25% dan 12,5%
menghasilkan zona hambat berurut yaitu sebesar 13,3 mm, 10,2 mm dan 9,4 mm. Dan
dikombinasi kunyit dan madu 1:3 dengan konsentrasi 50%, 25%, 12,5% menghasilkan
diameter zona hambat berurut di 12,2 mm, 10,2 mm dan 8,49 mm. Diameter kontrol
positif klindamisin di kombiasi 3:1 yaitu sebesar 8,3 mm, kombinasi 1:1 yaitu sebesar
9,9 mm dan di kombinasi 1:3 yaitu 15,3 mm. Kesimpulan dari hasil penelitian ini
kombinasi ekstrak yang bagus 1;1 pada konsentrasi 50% yaitu kategori kuat memiliki
daya hambat paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibterium
Acne.