Uji Laboratorium Smoothies Dadih Banana Sebagai Terapi Tambahan Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bangkinang Kabupaten Kampar Tahun 2024

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Ilmi, Lilla Pastia
Advisor:
Rifdi, Febriniwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Dadih, Pisang Ambon, Balita, Diare, Organoleptik
DOI:
-
Abstract :
Angka kejadian diare menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
pada tahun 2023 yaitu 974.268 jiwa (26,4%). Diare dapat disebabkan oleh infeksi
mikroorganisme (bakteri, virus, parasit, protozoa) ataupun keracunan makanan,
obat-obatan, paparan zat kimia beracun. Dadih dan pisang ambon memiliki
kandungan gizi yang dapat menghentikan diare.
Tujuan penelitian yaitu melakukan uji laboratorium (total asam laktat, tanin,
potasium/ kalium, kadar abu) dan organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur)
smoothies dadih banana. Jenis penelitian eksperimen laboratorium. Sampel pada
penelitian yaitu 30 orang ibu balita dan 15 orang balita usia 2 tahun, diambil
menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data meliputi analisis univariat
dengan uji organoleptik.
Hasil penelitian uji laboratorium dalam 100 gram smoothies dadih banana
diperoleh kandungan bakteri asam laktat tertinggi pada formula 1. Sedangkan
Kadar tanin, Potasium, dan Kadar abu, tertinggi diperoleh pada formula 4. Hasil
uji organoleptik didapatkan 40% balita menyukai smoothies dadih banana pada
formula 2, uji organoleptik pada ibu didapatkan tingkat kesukaan tertinggi
terhadap warna yaitu pada formula 1 (80%), kesukaan terhadap aroma pada
formula 4 (60%), terhadap rasa pada formula 3 (63,3%), terhadap tekstur pada
formula 2 (80%).
Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa kandungan gizi dan daya terima
terhadap smoothies dadih banana dapat dijadikan terapi tambahan diare pada
balita. Diharapkan kepada semua pihak terutama yang memiliki balita
memanfaatkan inovasi olahan dadih dan pisang ambon sebagai terapi tambahan
diare dan sekaligus melestarikan makanan tradisional.
Download From Google Drive