Analisis Kadar Deksametason pada Jamu Penambah Berat Badan yang Beredar di Masyarakat dengan Menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis.

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Khaidir, Muhammad
Advisor:
Fitriani, Oryza sativa
Hasanah, Rizqa
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Jamu, Deksametason, Spektrofotometri UV-Vis.
DOI:
-
Abstract :
Jamu adalah obat tradisional berbahan alami warisan budaya yang telah diwariskan
secara turun temurun untuk kesehatan. Minat masyarakat yang tinggi terhadap jamu
tentunya membuat industri obat bersaing satu sama lain untuk menghasilkan produk
yang dapat menarik minat konsumen. Agar produk dapat laku dipasaran, salah satu
industri mungkin menambahkan bahan kimia obat (BKO). Salah satu yang mungkin
ditambahkan produsen pada jamu penambah berat badan adalah deksametason.
Deksametaton dalam penggunaan jangka panjang akan menimbulkan efek
hormonal yang tidak diinginkan yaitu serangkai perubahan yang dinamai Syndrom
Cushing iatrogenic (wajah bulan, moon face) dan keropos tulang (osteoporosis).
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya campuran bahan kimia obat
deksametason pada jamu penambah berat badan yang di jual di kota Bukittinggi
dengan pengambilan sampel secara purposive sampling dan menganalisis
kadarnya. Metode penelitian ini dilakukan secara kualitatif menggunakan pereaksi
Liberman-burchard serta menggunakan kromatografi lapis tipis dengan fase gerak
etanol 96% : koloroform (1:9). Analisis kadar dilakukan dengan metode
spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian dengan pereaksi warna dan kromatografi
lapis tipis dari 10 sampel jamu pemambah berat badan yang dianalisis terdapat 2
buah sampel jamu yang mengandung deksametason . jamu penambah berat badan
yang dijual di kota Bukittinggi diduga mengandung deksametason dan diketahui
dengan kadar deksametason didalam 0,1 g sampel jamu penambah berat badan
sebesar 1,9771 % pada jamu 2 dan sebesar 0,2092 % pada jamu 7.
Download From Google Drive