Uji Aktivitas Antibakteri Helicobacter Pylori dari Ekstrak Etanol Bawang Dayak (Eleutherine Bulbosa (Mill.) Urb.)
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Putri, Maisa
Advisor:
Putra, Billy Harnaldo
Andika, Miming
Andika, Miming
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Helicobacter pylori, Bawang Dayak, Maserasi, Difusi Cakram
DOI:
-
Abstract :
Helicobacter Pylori merupakan bakteri gram negatif yang menimbulkan
masalah pada saluran pencernaan. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas
sebagai antibakteri yaitu bawang dayak (Eleutherine Bulbosa (mill.) urb).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak bawang
dayak Eleutherine Bulbosa ( mill.) urb terhadap pertumbuhan bakteri helicobacter
pylori.
Metode untuk mengekstraksi bawang dayak yaitu maserasi dengan pelarut
etanol 96%, kemudian di rotary dan pengujian aktivitas antibakteri dengan metode
difusi cakram disk, dengan membandingkan konsentrasi rata-rata zona hambat dari
masing-masing ekstrak bawang dayak (Eleutherine Bulbosa (mill.) urb) dengan 3
konsentrasi berbeda, yaitu konsentrasi 20%, 40% dan 60%, serta Ciprofloxacin
sebagai kontrol positif (+) dan DMSO sebagai kontrol negatif (-). Selain itu,
dilakukan juga uji fitokimia pada ekstrak etanol bawang dayak (Eleutherine
Bulbosa (mill.) urb).
Hasil uji fitokimia ekstrak etanol etanol bawang dayak (Eleutherine Bulbosa
(mill.) urb) teridentifikasi mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenol
dan terpenoid. Hasil uji difusi cakram ekstrak etanol bawang dayak (Eleutherine
Bulbosa (mill.) urb) ditandai dengan diameter zona hambat pada konsentrasi 20%
sebesar 12,10 mm, konsentrasi 40% sebesar 16,03 mm, dan konsentrasi 60%
sebesar 18,38 mm. Sedangkan pada kontrol positif 31,39 mm dan kontrol negatif 0
mm. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa semakin tinggi konsentrasi maka
semakin kuat zona hambat pada bakteri helicobacter pylori tetapi tidak melebihi
besar zona hambat dari kontrol positif.
masalah pada saluran pencernaan. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas
sebagai antibakteri yaitu bawang dayak (Eleutherine Bulbosa (mill.) urb).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak bawang
dayak Eleutherine Bulbosa ( mill.) urb terhadap pertumbuhan bakteri helicobacter
pylori.
Metode untuk mengekstraksi bawang dayak yaitu maserasi dengan pelarut
etanol 96%, kemudian di rotary dan pengujian aktivitas antibakteri dengan metode
difusi cakram disk, dengan membandingkan konsentrasi rata-rata zona hambat dari
masing-masing ekstrak bawang dayak (Eleutherine Bulbosa (mill.) urb) dengan 3
konsentrasi berbeda, yaitu konsentrasi 20%, 40% dan 60%, serta Ciprofloxacin
sebagai kontrol positif (+) dan DMSO sebagai kontrol negatif (-). Selain itu,
dilakukan juga uji fitokimia pada ekstrak etanol bawang dayak (Eleutherine
Bulbosa (mill.) urb).
Hasil uji fitokimia ekstrak etanol etanol bawang dayak (Eleutherine Bulbosa
(mill.) urb) teridentifikasi mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenol
dan terpenoid. Hasil uji difusi cakram ekstrak etanol bawang dayak (Eleutherine
Bulbosa (mill.) urb) ditandai dengan diameter zona hambat pada konsentrasi 20%
sebesar 12,10 mm, konsentrasi 40% sebesar 16,03 mm, dan konsentrasi 60%
sebesar 18,38 mm. Sedangkan pada kontrol positif 31,39 mm dan kontrol negatif 0
mm. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa semakin tinggi konsentrasi maka
semakin kuat zona hambat pada bakteri helicobacter pylori tetapi tidak melebihi
besar zona hambat dari kontrol positif.