Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Reproduksi (Personal Hygiene) Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Berkebutuhan Khusus (Tunagrahita) Di SLBN 1 Kota BukitTinggi

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Janah, Dwi Rahmi Miftahul
Advisor:
Oktavianis
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Remaja,Berkebutuhan Khusus ( Tunagrahita),Kesehatan Reproduksi,Video Audiovisual dan modul pembelajaran.
DOI:
-
Abstract :
Kesehatan reproduksi dapat dipahami sebagai keadaan fisik, mental dan
sosial yang lengkap, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kecacatan pada semua
aspek sistem reproduksi, fungsi dan prosesnya (World Health
Organization).Kesehatan reproduksi merupakan topik penting yang perlu
mendapatkan perhatian di kalangan remaja. Permasalahan kesehatan reproduksi
masih dianggap tabu di Indonesia tidak terkecuali pada anak berkebutuhan khusus.
Remaja penyandang disabilitas merupakan golongan yang mudah terpengaruh oleh
perilaku pelecehan seksual, hal ini disebabkan karena keterbatasan pemerolehan
informasi tentang kesehatan reproduksi pada anak berkebutuhan khusus. Jenis
Penelitan yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian
eksperimen jenis Quasi Eksperimen. dengan pendekatan Prepost test one group
desain. penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok saja, sehingga tidak
memerlukan kelompok kontrol atau kelompok pembanding. Efektifitas perlakuan
dinilai dengan membandingkan nilai pre test dan post test. Pada desain ini
digunakan pengukuran pre test dan post test pada subyek penelitian. Berdasarkan
hasil penelitian yang dilakukan Pada tanggal 08-22 Januari 2024 tentang Pengaruh
Pemberian Pendidikan Kesehatan Reproduksi Terhadap Tingkat Pengetahuan
Remaja Berkebutuhan Khusus (Tunagrahita) Di SLBN 1 Kota Bukittinggi Tahun

2024, maka dapat disimpulkan. Pengetahuan remaja berkebutuhan khusus
(Tunagrahita) sebelum diberikan pendidikan kesehatan reproduksi di SLBN 1 Kota
Bukittinggi Tahun 2024 adalah Mean 6.72 Pengetahuan remaja berkebutuhan
khusus (Tunagrahita) setelah diberikan pendidikan kesehatan reproduksi di SLBN 1
Kota Bukittinggi Tahun 2024 adalah Mean 11.00, Hasil uji statistik didapatkan nilai
p-value 0.001 (p 0,05) sehingga Ha diterima yang artinya ada
perbedaan atau pengaruh pengetahuan remaja berkebutuhan khusus ( Tunagrahita)
sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan reproduksi ,maka dapat
disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata pada kelompok eskperimen sebelum dan
setelah diberikan pendidikan kesehatan reproduksi ( Video Audiovisual dan Modul
Pembelajaran).
Download From Google Drive