Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Spirulina sp. Dan Daun Sirih (Piper betle l..) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Pratiwi, Lulu Nelva
Advisor:
Putra, Billy Harnaldo
Saputra, Harry Ade
Saputra, Harry Ade
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Daun Sirih (Piper betle L.), Spirulina sp, Propionibacterium acnes, Aktivitas antibakteri
DOI:
-
Abstract :
Infeksi masih menjadi salah satu penyebab penyakit yang umum ditemukan
didaerah tropis seperti Indonesia. Infeksi kulit yang sering terjadi disebabkan oleh
bakteri salah satunya bakteri Propionibacterium acnes yang paling sering menjadi
penyebab jerawat, sehingga diperlukan terapi antibiotik. Namun, penggunaan
antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi bakteri. Spirulina sp. dan
daun Sirih (Piper betle L.) merupakan salah satu alternatif yang terbukti memiliki
aktivitas antibakteri untuk mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri
Propionibacterium acnes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas
antibakteri kombinasi ekstrak Spirulina sp. dan daun Sirih (Piper betle L.) dalam
menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini
merupakan penelitian eksperimental. Ekstrak Spirulina sp. dan daun Sirih (Piper betle
L.) diperoleh dengan cara ultrasonikasi dan maserasi menggunakan etanol 96%
selanjutnya diuji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram terhadap
Propionibacterium acnes dengan konsentrasi kombinasi ekstrak Spirulina sp. dan
Daun Sirih yaitu 60% : 20%, 40% : 40, dan 20% : 60% serta dibandingkan dengan
ekstrak tunggal 80%, Clindamicyn 0,1%, dan DMSO. Hasil penelitian ini didapatkan
kedua ekstrak positif mengandung Flavonoid, Alkaloid, Saponin, Tanin,
Steroid/Terpenoid dan Fenol. Hasil zona hambat pada perbandingan konsentrasi
Spirulina sp. dan Daun Sirih 60% : 20%, 40% : 40, dan 20% : 60% didapatkan rata-
rata diameter zona hambat masing-masing sebesar 23,6 mm, 18,7 mm, dan 14,6 mm.
Kesimpulan penelitian ini kombinasi ekstrak Spirulina sp. dan daun Sirih (Piper betle
L.) mampu menghambat bakteri Propionibacterium acne dan kombinasi terbaik
ekstrak Spirulina sp. dan daun Sirih (Piper betle L.) pada perbandingan 60% : 20%
dengan kategori kuat. Akan tetapi tidak seefektif kontrol positif Clindamycin.
didaerah tropis seperti Indonesia. Infeksi kulit yang sering terjadi disebabkan oleh
bakteri salah satunya bakteri Propionibacterium acnes yang paling sering menjadi
penyebab jerawat, sehingga diperlukan terapi antibiotik. Namun, penggunaan
antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi bakteri. Spirulina sp. dan
daun Sirih (Piper betle L.) merupakan salah satu alternatif yang terbukti memiliki
aktivitas antibakteri untuk mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri
Propionibacterium acnes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas
antibakteri kombinasi ekstrak Spirulina sp. dan daun Sirih (Piper betle L.) dalam
menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini
merupakan penelitian eksperimental. Ekstrak Spirulina sp. dan daun Sirih (Piper betle
L.) diperoleh dengan cara ultrasonikasi dan maserasi menggunakan etanol 96%
selanjutnya diuji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram terhadap
Propionibacterium acnes dengan konsentrasi kombinasi ekstrak Spirulina sp. dan
Daun Sirih yaitu 60% : 20%, 40% : 40, dan 20% : 60% serta dibandingkan dengan
ekstrak tunggal 80%, Clindamicyn 0,1%, dan DMSO. Hasil penelitian ini didapatkan
kedua ekstrak positif mengandung Flavonoid, Alkaloid, Saponin, Tanin,
Steroid/Terpenoid dan Fenol. Hasil zona hambat pada perbandingan konsentrasi
Spirulina sp. dan Daun Sirih 60% : 20%, 40% : 40, dan 20% : 60% didapatkan rata-
rata diameter zona hambat masing-masing sebesar 23,6 mm, 18,7 mm, dan 14,6 mm.
Kesimpulan penelitian ini kombinasi ekstrak Spirulina sp. dan daun Sirih (Piper betle
L.) mampu menghambat bakteri Propionibacterium acne dan kombinasi terbaik
ekstrak Spirulina sp. dan daun Sirih (Piper betle L.) pada perbandingan 60% : 20%
dengan kategori kuat. Akan tetapi tidak seefektif kontrol positif Clindamycin.