Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Nano- mikropertikel Kulit Buah Naga Super Merah (Selenicereus costaricensis) Dengan Metode DPPH (1,1-diphenyl-2- picrihydrazyl)
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Mustika, Indah
Advisor:
Yesti, Yulia
Hasanah, Rizqa
Hasanah, Rizqa
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kulit buah naga, nanopertikel, antioksidan, DPPH.
DOI:
-
Abstract :
Buah naga super merah (Selenicerius costaricensis) adalah tumbuhan yang hidup
di daerah beriklim tropis. Pemanfaatan bauh naga super merah (Selenicerius
costaricensis) selain daging buahnya, ternyata kulit dari buah naga super merah
(Selenicerius costaricensis) dapat dimanfaatkan juga. Kulit buah naga
mengandung zat warna alami antosianin cukup tinggi. Antosianin merupakan zat
warna yang berperan memberikan warna merah dan berpotensi menjadi pewarna
alami untuk pangan dan dapat dijadikan alternatif pengganti pewarna sintetis yang
lebih aman bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
ekstrak kulit buah naga super merah dapat dibuat nano-mikropertikel, dan untuk
mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak nano-mikropartikel kulit buah naga
super merah dengan metode DPPH. Metode eksperimental dengan uji kualitatif
dan kuantitatif. Uji kualitatif meliputi uji skrining fitokimia dan uji kuantitatif
meliputi uji aktivitas antioksidan ekstrak mikropartikel kulit buah buah naga super
merah dengan metode DPPH. Hasil uji skrining fitokimia terdapat senyawa
metabolit sekunder, namun negatif pada saponin dan steroid, ukuran nanopertikel
didapatkan 904.2 nm dan nano-mikropartikel 3707,5 nm pengujian aktivitas
antioksidan pada ektrak nanopertikel diperoleh nilai IC50 sebesar 96,42 ppm,
pada ekstrak kental nilai IC50 sebesar 84 ppm, dan nilai IC50 vitamin C murni
sebesar 8.62 ppm. Kesimpulan pada ektstrak nano-mikropertikel memiliki
aktivitas antioksidan kuat dan pada esktrak kental aktivitas antioksidan yang
didapat kuat yang diukur dengan metode DPPH dibandingkan dengan vitamin C.
di daerah beriklim tropis. Pemanfaatan bauh naga super merah (Selenicerius
costaricensis) selain daging buahnya, ternyata kulit dari buah naga super merah
(Selenicerius costaricensis) dapat dimanfaatkan juga. Kulit buah naga
mengandung zat warna alami antosianin cukup tinggi. Antosianin merupakan zat
warna yang berperan memberikan warna merah dan berpotensi menjadi pewarna
alami untuk pangan dan dapat dijadikan alternatif pengganti pewarna sintetis yang
lebih aman bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
ekstrak kulit buah naga super merah dapat dibuat nano-mikropertikel, dan untuk
mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak nano-mikropartikel kulit buah naga
super merah dengan metode DPPH. Metode eksperimental dengan uji kualitatif
dan kuantitatif. Uji kualitatif meliputi uji skrining fitokimia dan uji kuantitatif
meliputi uji aktivitas antioksidan ekstrak mikropartikel kulit buah buah naga super
merah dengan metode DPPH. Hasil uji skrining fitokimia terdapat senyawa
metabolit sekunder, namun negatif pada saponin dan steroid, ukuran nanopertikel
didapatkan 904.2 nm dan nano-mikropartikel 3707,5 nm pengujian aktivitas
antioksidan pada ektrak nanopertikel diperoleh nilai IC50 sebesar 96,42 ppm,
pada ekstrak kental nilai IC50 sebesar 84 ppm, dan nilai IC50 vitamin C murni
sebesar 8.62 ppm. Kesimpulan pada ektstrak nano-mikropertikel memiliki
aktivitas antioksidan kuat dan pada esktrak kental aktivitas antioksidan yang
didapat kuat yang diukur dengan metode DPPH dibandingkan dengan vitamin C.