Uji Aktivitas Anti Bakteri N-Heksan Uji Aktivitas Fraksi Air Fraksi Etanol Daun Sungkai (Peronema canescens jack) Terhadap Staphylococcus aureus
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Hasbiallah
Advisor:
Saputra, Harry Ade
Fitriani, Oryza Sativa
Fitriani, Oryza Sativa
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Antibakteri, Daun Sungkai, Staphylococcus aureus
DOI:
-
Abstract :
Bakteri Staphylococcus aures dapat menyebabkan penyakit kulit khususnya bisul.
Salah satu tanaman yang memiliki manfaat sebagai antibakteri terhadap
mikroorganisme patogen adalah tanaman sungkai (Peronema canescens
Jack) yang diambil pada bagian daunnya. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui apakah pada fraksi air fraksi etanol dan fraksi n-heksan, daun sungkai
terdapat aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus,dan apakah pada fraksi air,
fraksi etanol dan fraksi N-Heksan terdapat metabolit skunder. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen, proses maserasi dilakukan
dengan metode ultrasonik. Fraksi Air, Etanol dan N-Heksan daun sungkai
didapatkan dengan metode fraksi filtrasi. Pada proses uji antibakteri dilakukan
dengan metode difusi cakram, dengan pembanding untuk kontrol positif itu
ciprofloxcacin dan kontrol negativ menggunakan DMSO. Hasil pengujian
aktivitas antibakteri fraksi daun sungkai (paronema canescens Jack) memiliki
aktifitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan kategori lemah,
dengan fraksi air, etanol dan N-Heksan konsentrasi 25% berdiameter berturut-
turut 7,236 mm, 7,098 mm, 6,87. dan fraksi air, etanol dan N-Heksan konsentrasi
50%, berturut-turut 8,69 mm, 7,6 mm, 7,39 mm, dan untuk konsentrasi 75% fraksi
air, etanol dan N-Heksan berturut-turut, 9,84 mm, 8,54 mm, 8,14 mm.
berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa daun sungkai (paronema
Canencens Jack) memilki aktivitas antibakteri dengan kategori lemah.
Salah satu tanaman yang memiliki manfaat sebagai antibakteri terhadap
mikroorganisme patogen adalah tanaman sungkai (Peronema canescens
Jack) yang diambil pada bagian daunnya. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui apakah pada fraksi air fraksi etanol dan fraksi n-heksan, daun sungkai
terdapat aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus,dan apakah pada fraksi air,
fraksi etanol dan fraksi N-Heksan terdapat metabolit skunder. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen, proses maserasi dilakukan
dengan metode ultrasonik. Fraksi Air, Etanol dan N-Heksan daun sungkai
didapatkan dengan metode fraksi filtrasi. Pada proses uji antibakteri dilakukan
dengan metode difusi cakram, dengan pembanding untuk kontrol positif itu
ciprofloxcacin dan kontrol negativ menggunakan DMSO. Hasil pengujian
aktivitas antibakteri fraksi daun sungkai (paronema canescens Jack) memiliki
aktifitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan kategori lemah,
dengan fraksi air, etanol dan N-Heksan konsentrasi 25% berdiameter berturut-
turut 7,236 mm, 7,098 mm, 6,87. dan fraksi air, etanol dan N-Heksan konsentrasi
50%, berturut-turut 8,69 mm, 7,6 mm, 7,39 mm, dan untuk konsentrasi 75% fraksi
air, etanol dan N-Heksan berturut-turut, 9,84 mm, 8,54 mm, 8,14 mm.
berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa daun sungkai (paronema
Canencens Jack) memilki aktivitas antibakteri dengan kategori lemah.