Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Lubuk Basung
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Rahmadani, Anita
Advisor:
Silvia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Anemia , Kehamilan, Ibu Hamil
DOI:
-
Abstract :
Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia mencapai 48,9%, untuk di wilayah
Sumatera Barat sebesar 17,38%, di Kabupaten Agam 7,57% dan di Puskesmas di
Puskesmas Lubuk Basung 5,86%. Anemia berdampak pada kehamilan, persalinan,
nifas maupun bayi. Penelitian ini untuk mengatahui faktor-faktor yang
berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian analitik korelasi
dengan desain cross sectional study menggunakan data sekunder dari rekam medis
dari Bulan Januari-Juli 2024. Sampel penelitian ini 68 ibu hamil di Puskesmas
Lubuk Basung dengan teknik Probability Sampling secara systematic random
sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian pada 68
responden menunjukkan bahwa responden dengan paritas resiko tinggi yaitu 48
orang (70,6%) dan resiko rendah 20 orang (29,4%), responden dengan usia ibu
hamil dengan resiko tinggi yaitu 27 orang (39,7%) dan resiko rendah 41 orang
(60,3%), responden dengan usia kehamilan resiko tinggi ada 53 orang (77,9%) dan
resiko rendah 15 orang (22,1%), responden dengan pendidikan rendah yaitu 32
orang (47,1%) dan tinggi 36 orang (52,9%), responden dengan tingkat ekonomi
rendah 42 orang (61,8%) dan ekonomi tinggi 26 orang (38,2%), responden yang
anemia yaitu 50 orang (73,5%) dan yang tidak anemia 18 orang (26,5%).
Berdasarkan uji statistic diperoleh p value dengan nilai < 0,5 maka ada hubungan
kedua variabel tersebut secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah
terdapat Hubungan Antara Paritas, Usia Ibu, Usia Kehamilan, Tingkat Pendidikan
dan Tingkat ekonomi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Lubuk
Basung. Saran dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman untuk petugas
kesehatan khususnya bidan yang ada di Puskesmas dalam menurunkan kejadian
anemia pada ibu hamil dan menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya dengan
variabel yang berbeda.
Sumatera Barat sebesar 17,38%, di Kabupaten Agam 7,57% dan di Puskesmas di
Puskesmas Lubuk Basung 5,86%. Anemia berdampak pada kehamilan, persalinan,
nifas maupun bayi. Penelitian ini untuk mengatahui faktor-faktor yang
berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian analitik korelasi
dengan desain cross sectional study menggunakan data sekunder dari rekam medis
dari Bulan Januari-Juli 2024. Sampel penelitian ini 68 ibu hamil di Puskesmas
Lubuk Basung dengan teknik Probability Sampling secara systematic random
sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian pada 68
responden menunjukkan bahwa responden dengan paritas resiko tinggi yaitu 48
orang (70,6%) dan resiko rendah 20 orang (29,4%), responden dengan usia ibu
hamil dengan resiko tinggi yaitu 27 orang (39,7%) dan resiko rendah 41 orang
(60,3%), responden dengan usia kehamilan resiko tinggi ada 53 orang (77,9%) dan
resiko rendah 15 orang (22,1%), responden dengan pendidikan rendah yaitu 32
orang (47,1%) dan tinggi 36 orang (52,9%), responden dengan tingkat ekonomi
rendah 42 orang (61,8%) dan ekonomi tinggi 26 orang (38,2%), responden yang
anemia yaitu 50 orang (73,5%) dan yang tidak anemia 18 orang (26,5%).
Berdasarkan uji statistic diperoleh p value dengan nilai < 0,5 maka ada hubungan
kedua variabel tersebut secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah
terdapat Hubungan Antara Paritas, Usia Ibu, Usia Kehamilan, Tingkat Pendidikan
dan Tingkat ekonomi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Lubuk
Basung. Saran dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman untuk petugas
kesehatan khususnya bidan yang ada di Puskesmas dalam menurunkan kejadian
anemia pada ibu hamil dan menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya dengan
variabel yang berbeda.