Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Ny.I Dengan Demensia Di Wisma Delima PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2024
Categorie(s):
KIAN
Author(s):
Marmedianty, Thessha
Advisor:
Mariana, Rina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Brain Gym, Senam Otak, Demensia, Fungsi Kognitif, Lansia
DOI:
-
Abstract :
Dampak proses penuaan menimbulkan berbagai permasalahan fisik,
biologis, dan psikologis. Sebagai bagian dari proses penuaan, sel-sel otak juga
mengalami penuaan. Hal ini menyebabkan lansia memiliki proses berpikir yang
lebih lambat, konsentrasi yang buruk, serta penurunan fungsi kognitif. Salah satu
cara untuk mempertahankan fungsi kognitif pada lansia adalah dengan cara
menstimulasi otak dengan Brain Gym yang memiliki fungsi dalam
menyeimbangkan bagian otak sehingga mampu meningkatkan konsentrasi otak
serta dapat memaksimalkan fungsi otak. Tujuan penulisan: mampu melakukan
asuhan keperawatan gerontik pada Ny.I dengan Demensia melalui inovasi
berbasis Evidance Based Nursing yang berbasis komplementer dengan pemberian
terapi Brain Gym atau senam otak. Hasil: implementasi dilakukan 3 kali dalam 1
minggu. Evaluasi pada hari ketiga menunjukkan adanya pengaruh Brain Gym
terhadap penurunan fungsi kognitif pada Ny.I ditandai dengan Ny.I sudah dapat
melakukan Brain Gym 3 gerakan dalam 3 hari dengan penurunan kognitif berat.
Kesimpulan: Brain Gym berpengaruh terhadap penurunan fungsi kognitif dalam
melatih daya ingat lansia dengan demensia. Disarankan kepada pelayanan
kesehatan PSTW KSI Batusangkar agar dapat menjadikan penelitian ini menjadi
inovasi dan kegiatan rutin yang dilakukan bersama lansia dengan harapan
meminimalisir gejala demensia pada lansia.
biologis, dan psikologis. Sebagai bagian dari proses penuaan, sel-sel otak juga
mengalami penuaan. Hal ini menyebabkan lansia memiliki proses berpikir yang
lebih lambat, konsentrasi yang buruk, serta penurunan fungsi kognitif. Salah satu
cara untuk mempertahankan fungsi kognitif pada lansia adalah dengan cara
menstimulasi otak dengan Brain Gym yang memiliki fungsi dalam
menyeimbangkan bagian otak sehingga mampu meningkatkan konsentrasi otak
serta dapat memaksimalkan fungsi otak. Tujuan penulisan: mampu melakukan
asuhan keperawatan gerontik pada Ny.I dengan Demensia melalui inovasi
berbasis Evidance Based Nursing yang berbasis komplementer dengan pemberian
terapi Brain Gym atau senam otak. Hasil: implementasi dilakukan 3 kali dalam 1
minggu. Evaluasi pada hari ketiga menunjukkan adanya pengaruh Brain Gym
terhadap penurunan fungsi kognitif pada Ny.I ditandai dengan Ny.I sudah dapat
melakukan Brain Gym 3 gerakan dalam 3 hari dengan penurunan kognitif berat.
Kesimpulan: Brain Gym berpengaruh terhadap penurunan fungsi kognitif dalam
melatih daya ingat lansia dengan demensia. Disarankan kepada pelayanan
kesehatan PSTW KSI Batusangkar agar dapat menjadikan penelitian ini menjadi
inovasi dan kegiatan rutin yang dilakukan bersama lansia dengan harapan
meminimalisir gejala demensia pada lansia.