Analisis Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Gambaran Swamedikasi di Apotek X Kabupaten Agam Tahun 2023
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Manora, Elsa
Advisor:
Oktavianis
Gusriyani, Sri
Gusriyani, Sri
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Swamedikasi, faktor, gambaran, Apotek
DOI:
-
Abstract :
Pengobatan sendiri (swamedikasi) merupakan usaha penggunaan obat-obatan
pada seseorang untuk mengobati gejala atau gangguan kesehatan yang didiagnosis
sendiri atau berdasarkan keluhan gejala yang pernah dirasakan di masa lampau.
Berdasarkan BPS tahun 2022 bahwa sebanyak 84.34% masyarakat Indonesia
melakukan pengobatan sendiri atau swamedikasi. Swamedikasi menjadi alternativ
yang diambil oleh masyarakat untuk meningkatkan keterjangkauan pengobatan. Akan
tetapi, swamedikasi yang dilakukan tidak tepat dapat meningkatkan resiko tidak
tercapainya efek kesembuhan yang diinginkan pasien. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gambaran swamedikasi
masyarakat di Apotek X Kabupaten Agam Tahun 2023.
Metode dalam penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan
crosssectional. Pengambilan sampel secara accidental sampling yang dilaksanakan
pada bulan Januari-Februari di apotek X Kabupaten Agam dengan jumlah sampel 95
orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate. Data
dianalisis menggunakan uji Chi-Square.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden tepat
dalam swamedikasi yang memiliki tingkat pengetahuan baik dengan sikap cenderung
positif terhadap swamedikasi. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu variabel yang
berhubungan terdiri atas pendidikan responden (p=0.036) terhadap ketepatan
swamedikasi, dan tidak ada hubungan pada variable usia, jenis kelamin, pekerjaan,
penghasilan, pengetahuan dan sikap responden dengan gambaran swamedikasi.
pada seseorang untuk mengobati gejala atau gangguan kesehatan yang didiagnosis
sendiri atau berdasarkan keluhan gejala yang pernah dirasakan di masa lampau.
Berdasarkan BPS tahun 2022 bahwa sebanyak 84.34% masyarakat Indonesia
melakukan pengobatan sendiri atau swamedikasi. Swamedikasi menjadi alternativ
yang diambil oleh masyarakat untuk meningkatkan keterjangkauan pengobatan. Akan
tetapi, swamedikasi yang dilakukan tidak tepat dapat meningkatkan resiko tidak
tercapainya efek kesembuhan yang diinginkan pasien. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gambaran swamedikasi
masyarakat di Apotek X Kabupaten Agam Tahun 2023.
Metode dalam penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan
crosssectional. Pengambilan sampel secara accidental sampling yang dilaksanakan
pada bulan Januari-Februari di apotek X Kabupaten Agam dengan jumlah sampel 95
orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate. Data
dianalisis menggunakan uji Chi-Square.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden tepat
dalam swamedikasi yang memiliki tingkat pengetahuan baik dengan sikap cenderung
positif terhadap swamedikasi. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu variabel yang
berhubungan terdiri atas pendidikan responden (p=0.036) terhadap ketepatan
swamedikasi, dan tidak ada hubungan pada variable usia, jenis kelamin, pekerjaan,
penghasilan, pengetahuan dan sikap responden dengan gambaran swamedikasi.