Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn.J Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pua Kab. Agam Tahun 2024
Categorie(s):
KIAN
Author(s):
Adha, Tari Afrima
Advisor:
Dewi, Ratna
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Diabetes melitus, terapi komplementer, rebusan daun kelor
DOI:
-
Abstract :
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga
dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu
atap dalam keadaan saling ketergantungan. Berdasarakan laporan profil Dinas
Kesehatan Kota Bukittinggi Tahun 2020 menunjukkan bahwa penyakit yang
banyak menyumbang sebagai 10 penyakit terbanyak di Kota Bukittinggi Tahun
2020 yaitu Diabetes Melitus sebanyak 10,02 % ( DINKES, 2020 ). Rebusan daun
kelor dapat digunakan sebagai alternative untuk menurunkan kadar glukosa dalam
darah. Tujuan diberikannya asuhan keperawatan keluarga dengan pendekatan
komplementer adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun kelor
(moringa oleifera) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada keluarga Tn.J
Khususnya Tn.J. Pemberian terapi komplementer rebusan daun kelor pada Tn.J 1
kali dalam sehari dilakukan selama 3 hari yang diberikan pada pagi hari. Hasil
dari asuhan keperawatan ketidakstabilan glukosa dalam darah selam 3 hari
didaptkan rata-rata nilai gds sebelum dilakukan implementasi 284.3 mg/dl dan
setelah implementasi 282.3 mg/dl. Hal ini menunjukkan belum adanya pengaruh
yang signifikan dari pemberian air rebusan daun kelor selama 3 hari terhadap
ketidakstabilan glukosa darah pada Tn.J. Saran kepada pemberian asuhan
keperawatan selanjutnya agar dapat mencari referensi yang lebih baik untuk
asuhan keperawatan dengan diagnosa ketidakstabilan kadar glukosa darah.
dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu
atap dalam keadaan saling ketergantungan. Berdasarakan laporan profil Dinas
Kesehatan Kota Bukittinggi Tahun 2020 menunjukkan bahwa penyakit yang
banyak menyumbang sebagai 10 penyakit terbanyak di Kota Bukittinggi Tahun
2020 yaitu Diabetes Melitus sebanyak 10,02 % ( DINKES, 2020 ). Rebusan daun
kelor dapat digunakan sebagai alternative untuk menurunkan kadar glukosa dalam
darah. Tujuan diberikannya asuhan keperawatan keluarga dengan pendekatan
komplementer adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun kelor
(moringa oleifera) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada keluarga Tn.J
Khususnya Tn.J. Pemberian terapi komplementer rebusan daun kelor pada Tn.J 1
kali dalam sehari dilakukan selama 3 hari yang diberikan pada pagi hari. Hasil
dari asuhan keperawatan ketidakstabilan glukosa dalam darah selam 3 hari
didaptkan rata-rata nilai gds sebelum dilakukan implementasi 284.3 mg/dl dan
setelah implementasi 282.3 mg/dl. Hal ini menunjukkan belum adanya pengaruh
yang signifikan dari pemberian air rebusan daun kelor selama 3 hari terhadap
ketidakstabilan glukosa darah pada Tn.J. Saran kepada pemberian asuhan
keperawatan selanjutnya agar dapat mencari referensi yang lebih baik untuk
asuhan keperawatan dengan diagnosa ketidakstabilan kadar glukosa darah.