Efek teratogenik Ramuan Obat Tradisional Dari Dayak Sebagai Penurun Tekanan Darah Pada Mencit Putih Betina Hamil.

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Juniarti, Dira
Advisor:
Fitriani, Oryza Sativa
Gusriyani, Sri
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Efek Teratogenik, Ramuan Obat Tradisional, Mencit Putih Betina Hamil
DOI:
-
Abstract :
Teratogenik merupakan kelainan perkembangan embrio yang mengakibatkan
cacat bawaan atau kelainan pada saat lahir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
perbedaan berat badan, panjang badan, dan morfologi fetus yang diberi ramuan obat
tradisional dari dayak sebagai penurunan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan
metoda eksperimental, menggunakan hewan coba 25 ekor mencit yang dibagi dalam 5
kelompok perlakuan,masing-masing dengan 1 mencit jantan dan 4 mencit betina.
Kelompok pertama diberikan simvastatin 10 mg/kgBB. Kelompok kedua tidak
diberikan perlakuan digunakan sebagai kontrol normal. Ramuan obat tradisonal
diberikan pada tiga kelompok perlakuan dengan dosis 5 mg/20gBB; 10 mg/ 20gBB; dan
20 mg/20gBB. Pengaruh teratogen yang diamati yaitu berat badan, panjang badan, dan
morfologi fetus. Hasil penelitian menggunakan uji statistik one way anova didapatkan
bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap ramuan obat tradisional dari
dayak pada berat badan, panjang badan, dan morfologi fetus. Oleh karena itu, dapat
disimpulkan bahwa ramuan obat tradisional dari dayak sebagai penurun tekanan darah
pada mencit putih betina tidak memberikan pengaruh terhadap berat badan, panjang
badan, dan morfologi fetus.
Download From Google Drive