Pengaruh Pemberian Gel Fraksi n-Heksana Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap Penyembuhan Luka pada Tikus Putih Jantan
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Ananda, Dhea Tri
Advisor:
Gusriyani, Sri
Putra, Fajrian Aulia
Putra, Fajrian Aulia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Daun binahong Anredera cordifolia (Ten.) Steenis, Gel, Fraksi n-
Heksana, Luka eksisi, Penyembuhan luka.
DOI:
-
Abstract :
Penelitian yang dilakukan tentang pengaruh pemberian gel fraksi n-heksana
daun binahong Anredera cordifolia (Ten.) Steenis terhadap penyembuhan luka
pada tikus putih jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
pemberian gel fraksi n-heksana daun binahong Anredera cordifolia (Ten.) terhadap
gambaran histopatologi dalam membentuk proses penyembuhan luka pada tikus
putih jantan, luka yang dilakukan pada penelitian ini yaitu luka eksisi artinya luka
yang disebabkan terpotongnya jaringan oleh benda tajam. Penelitian ini terdiri dari
6 kelompok tikus dan masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus,kelompok
1 yaitu kontrol dengan basis gel, kelompok 2 negatif yang tidak diberi obat,
kelompok 3 yang diberi obat pembanding (gel ), dan kelompok 4,5, dan 6
perlakuan dengan pemberiaan sediaan secara topikal dengan konsentrasi 5%, 10%,
dan 15%. Persentase penyembuhan luka dihitung selama 14 hari, kemudian waktu
epitelisasi dan pemeriksaan histopatologi jaringan kulit punggung tikus. Hasil
penelitian pada histopatologi 10% dan 15% epitelisasi komplit, fibroblast sudah
>50 sel, kolagen memadat dan serabut terikat sempurna, dan inflamasi absen. Hasil
analisa data menggunakan uji non parametrik Kruskal Wallis. Berdasarkan hasil uji
pengaruh pemberian gel fraksi n-heksana daun binahong Anredera cordifolia (Ten.)
Steenis terhadap penyembuhan luka pada tikus putih jantan dapat disimpulkan
bahwa sediaan gel fraksi n-heksana daun binahong konsentrasi 10% dan 15%
memiliki efek yang lebih baik pada proses penyembuhan luka.
daun binahong Anredera cordifolia (Ten.) Steenis terhadap penyembuhan luka
pada tikus putih jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
pemberian gel fraksi n-heksana daun binahong Anredera cordifolia (Ten.) terhadap
gambaran histopatologi dalam membentuk proses penyembuhan luka pada tikus
putih jantan, luka yang dilakukan pada penelitian ini yaitu luka eksisi artinya luka
yang disebabkan terpotongnya jaringan oleh benda tajam. Penelitian ini terdiri dari
6 kelompok tikus dan masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus,kelompok
1 yaitu kontrol dengan basis gel, kelompok 2 negatif yang tidak diberi obat,
kelompok 3 yang diberi obat pembanding (gel ), dan kelompok 4,5, dan 6
perlakuan dengan pemberiaan sediaan secara topikal dengan konsentrasi 5%, 10%,
dan 15%. Persentase penyembuhan luka dihitung selama 14 hari, kemudian waktu
epitelisasi dan pemeriksaan histopatologi jaringan kulit punggung tikus. Hasil
penelitian pada histopatologi 10% dan 15% epitelisasi komplit, fibroblast sudah
>50 sel, kolagen memadat dan serabut terikat sempurna, dan inflamasi absen. Hasil
analisa data menggunakan uji non parametrik Kruskal Wallis. Berdasarkan hasil uji
pengaruh pemberian gel fraksi n-heksana daun binahong Anredera cordifolia (Ten.)
Steenis terhadap penyembuhan luka pada tikus putih jantan dapat disimpulkan
bahwa sediaan gel fraksi n-heksana daun binahong konsentrasi 10% dan 15%
memiliki efek yang lebih baik pada proses penyembuhan luka.