Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Daun Kacang Tujuh Jurai ( Phaseolus Lunatus. L) Dengan Metode Penghambatan Denaturasi Protein Secara In Vitro
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Astika, Cynthia Yuni
Advisor:
Saputra, Harry Ade
Dasmi, Nola Rahma
Dasmi, Nola Rahma
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Antiinflamasi, Phaseolus Lunatus L. Denaturasi Protein
DOI:
-
Abstract :
Inflamasi adalah suatu respon normal tubuh terhadap kerusakan jaringan yang
dapat disebabkan oleh trauma fisik, zat kimia atau mikrobiologi dimana tubuh
akan mengeluarkan mekanisme untuk menginaktivasi organisme yang menyerang,
menghilangkan zat iritan dan mengatur perbaikan jaringan. Selama ini masyarakat
hanya mengenal daun kacang tujuh sebagai sayuran dan bahan pembuatan
makanan atau minuman. Padahal daun kacang tujuh memiliki banyak manfaat
terutama di dunia kesehatan, secara empiris tumbuhan ini sudah lama digunakan
dan dipercaya sebagai obat untuk beberapa macam penyakit seperti antiinflamasi
dan dapat digunakan sebagai obat herbal yang dapat menurunkan panas dalam
pada tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi dari
ekstrak air, etanol, n-heksana daun kacang tujuk jurai (Phaseolus Lunatus L.)
terhadap penghambatan reaksi inflamasi dengan menggunakan metode denaturasi
protein secara in vitro. Aktivitas antiinflamasi ditentukan dengan spektrofotometri
Uv-Vis dengan panjang gelombang 660 nm. Aktivitas ekstrak dilakukan dengan
variasi konsentrasi 1.000, 3.000, 5.000, 7.000 dan 10.000 g/mL. yang
dibandingkan dengan natrium diklofenak dengan variasi konsentrasi 100, 300,
500, 700, dan 1.000 g/mL. hasil aktivitas antiiflamasi menggunakan denturasi
protein berdasarkan konsentrasi dari ekstrak air hasil perhitungan IC50 diperoleh
rata-rata 4108,1 g/mL ekstrak etanol 4165,0 g/mL dan ekstrak n-heksan 4223,8
g/mL. sebagai pembanding dalam uji ini adalah natrium diklofenak dengan IC50
rata-rata 437,3 g/mL. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa
ekstrak air menunjukan nilai IC50 terkecil dibandingkan ekstrak etanol dan n-
heksan, tetapi masih memerlukan pengembangan lebih lanjut, agar diperoleh
suatu metode yang memiliki tingkat akurasi presisi yang baik.
dapat disebabkan oleh trauma fisik, zat kimia atau mikrobiologi dimana tubuh
akan mengeluarkan mekanisme untuk menginaktivasi organisme yang menyerang,
menghilangkan zat iritan dan mengatur perbaikan jaringan. Selama ini masyarakat
hanya mengenal daun kacang tujuh sebagai sayuran dan bahan pembuatan
makanan atau minuman. Padahal daun kacang tujuh memiliki banyak manfaat
terutama di dunia kesehatan, secara empiris tumbuhan ini sudah lama digunakan
dan dipercaya sebagai obat untuk beberapa macam penyakit seperti antiinflamasi
dan dapat digunakan sebagai obat herbal yang dapat menurunkan panas dalam
pada tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi dari
ekstrak air, etanol, n-heksana daun kacang tujuk jurai (Phaseolus Lunatus L.)
terhadap penghambatan reaksi inflamasi dengan menggunakan metode denaturasi
protein secara in vitro. Aktivitas antiinflamasi ditentukan dengan spektrofotometri
Uv-Vis dengan panjang gelombang 660 nm. Aktivitas ekstrak dilakukan dengan
variasi konsentrasi 1.000, 3.000, 5.000, 7.000 dan 10.000 g/mL. yang
dibandingkan dengan natrium diklofenak dengan variasi konsentrasi 100, 300,
500, 700, dan 1.000 g/mL. hasil aktivitas antiiflamasi menggunakan denturasi
protein berdasarkan konsentrasi dari ekstrak air hasil perhitungan IC50 diperoleh
rata-rata 4108,1 g/mL ekstrak etanol 4165,0 g/mL dan ekstrak n-heksan 4223,8
g/mL. sebagai pembanding dalam uji ini adalah natrium diklofenak dengan IC50
rata-rata 437,3 g/mL. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa
ekstrak air menunjukan nilai IC50 terkecil dibandingkan ekstrak etanol dan n-
heksan, tetapi masih memerlukan pengembangan lebih lanjut, agar diperoleh
suatu metode yang memiliki tingkat akurasi presisi yang baik.